Monday, October 28, 2013


            Materi ilmy atau keilmuan ini sangat menarik diikuti. Terutama bagi mahasiswa tahun awal. Sebab materi yang dibahas sangat dekat dengan dunia akademik. Kegiatan dengan tema yang berbeda tiap minggu ini selalu membawa hal-hal baru dalam pemberian ilmu baik ilmu umum maupun ilmu agama. Miftahul Khair, S.Si, M.Sc (dosen jurusan kimia UNP) berbagi ilmunya terkait bahasa inggris. Dengan pandai berbahasa inggris akan membawa seseorang menjelajahi dunia. Bahkan juga bisa membuat orang menaklukkan dunia. Bahasa inggris sudah menjadi bahasa internasional. Setiap negara sudah mempelajarinya.
            Kegiatan yang diadakan pada hari Jum’at (25/10) di masjid dekat FBS ini diberi tanggung jawab pada kader ilmy aktivis dakwah kampus UNP untuk mengundang pemateri yang gaweian-nya keilmuan atau akademik. Kehadiran sang dosen jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang membawa warna tersendiri bagi kader-kader dakwah di UNP. Ustadz Miftah yang akrab disapa, juga merupakan staf dosen pengajar kelas (lokal) ISTE atau kelas bilingual (dua bahasa). Mahasiswa yang berada pada kelas tersebut menggunakan bahasa Inggris ketika perkuliahan berlangsung. Selain melatih berbicara menggunakan bahasa Inggris. Namun, ini merupakan sebuah peluang bagi mereka untuk bisa bekerja di luar negeri nantinya. Tidak hanya luar negeri, di Indonesia saat ini juga meminta pelamar wawancara menggunakan bahasa inggris.
            Hal demikian tentu menjadi bekal bagi mahasiswa ISTE untuk terjun ke dunia kerja. Biaya kuliah kelas ISTE menurut salah seorang mahasiswa FMIPA. Tidak begitu berbeda dengan mahasiswa kelas biasa. Sebab prinsip kelas ISTE adalah kelas internasional dengan biaya lokal. Dengan demikian tidak lagi menjadi jurang pemisah antara mahasiswa berada dengan yang kurang berada. Dan tentu memberi peluang kepada siapa saja mahasiswa yang ingin kuliah di kelas ISTE tersebut.
            Bahasa Inggris tidak hanya merambah dunia pendidikan. Media-pun banyak didominasi dengan bahasa Inggris. Baik itu media cetak maupun elektronik. Misalkan, buku-buku elektronik (e-book), jurnal internasional seperti Science direct, nature, science. Majalah-majalah internasional seperti aljazeera, time, newsweek. Berbagai stasiun televisi di dunia dan website populer di dunia maya-pun menggunakan bahasa Inggris seperti wikipedia, yahoo, google dan amazaon. Begitu banyak peran bahasa Inggris dalam menjelajahi media. Sosok mahasiswa yang cerdas tentu tidak hanya mau diam dengan kenyataan seperti itu. Banyak tempat-tempat kursus atau les yang ada untuk mendalami bahasa internasional terbut. Bahkan beasiswa luar negeri-pun membutuhkan TOEFL agar bisa tembus di perguruan tinggi dengan kualitas yang bagus. Begitu yang disampaikan Ustadz Miftah di agenda Tasqif (Tarbiyah Tsaqafiyah) yang diangkatkan oleh bidang kaderisasi Unit Kegiatan Kerohanian UNP. (HASAN ASYHARI)     

Pemberian Kenang-kenangan oleh Staf Bidang Kaderisasi
kepada Ustadz Hery (dok.pribadi)
            Sebuah persiapan barangkali sangat penting sekali dalam mengarungi jalan dakwah. Dakwah sering dipersepsikan dengan makna menyeru pada kebaikan dan mencegah dari segala perbuatan yang mungkar. Tentu bagi sang juru dakwah atau pendakwah menjadi sebuah pondasi awal mereka untuk terjun ke dunia yang membawa kebaikan dunia dan akhirat itu. Hari ini kamis (24/10) di ruang kuliah D43 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang diadakan acara Mentari. Acara mingguan dengan kepanjangan mentadaburi risalah islam ini merupakan program kerja dari bidang Kaderisasi Forum Studi Dinamika Islam. Lembaga Dakwah Fakultas Ilmu Sosial ini sengaja memberi nama yang unik pada setiap kegiatannya agar menjadi daya tarik civitas akademika kampus merah UNP itu. Seperti setiap selasa sore ada chattingan yang dimotori oleh bidang syi’ar Islam dan agenda terakhir ada twiter FSDI. Twiter merupakan singkatan dari Training Wawasan Terpadu bersama FSDI. Sebagai lembaga dakwah fakultas FSDI tidak ketinggalan dengan perkembangan zaman.
            Pada mentari kali ini berbicara tentang bekal jalan dakwah. Hery Susanto, S.Pd atau yang akrab disapa mas Hery ditunjuk bidang kaderisasi dalam membahas materi tersebut. Pengikutnya sedikit, tugasnya banyak, jalannya panjang dan penuh akan rintangan. Kata-kata itu merupakan tabi’at atau ciri-ciri dari jalan dakwah yang diutarakan Mas Hery. Tentu dakwah tak semudah yang dipikirkan. Banyak orang yang muntaber (mundur tanpa berita) dalam dunia dakwah ini. Tingkat pemahaman seseorang atau juru dakwah tidak bisa terlepas dari keikutsertaannya dalam setiap agenda-agenda yang membahas kajian Islam. Sebab di sanalah letak level dari pemahaman seseorang dalam dakwah. Al-Qur’an, Sirah Rasulullah dan Para Sahabat serta dari ibadah shalat yang khusuk merupakan sumber darimana seseorang pendakwah mendapati bekal jalan dakwah.
            Eksistensi dakwah di dunia kampus tidak terlepas dari peranan mahasiswa ADK (Aktivis Dakwah Kampus). Segala kegiatannya selalu berkecimpung dengan dunia dakwah. Baik mengangkatkan acara, mengikuti kajian islam, mengikuti mentoring dan lain sebagainya. Dengan aktifitas seperti itu akan membawa mereka pada sebuah pemahaman dakwah. Mereka tidak lagi berdakwah untuk diri mereka dan mahasiswa di kampus mereka. Namun, bagaimana mereka juga diharapkan mampu berdakwah di sekitar tempat tinggal mereka berada. Dalam Al-Qur’an juga sudah dijelaskan secara terang mengenai fungsi da’i atau pendakwah yang merupakan sosok penerus dakwah Nabi Muhammad SAW. Ketika berdakwah banyak yang akan kita lakukan. Seperti mengajak objek dakwah membaca tilawah di waktu senggang, mengajak shalat ke masjid dan lain-lain. Tergantung bagaimana mem-variasikan metode dakwah sesuai pemahaman sang juru dakwah. Mahasiswa sebagai ujung tombak perubahan, tentu sangat diharapkan sekali. Terutama mengajak teman-temannya melakukan perbuatan sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah swt. (HASAN ASYHARI)

Wednesday, October 23, 2013



Padang-Jejak Pikiran
            Bidang ekonomi syari’ah Forum Studi Dinamika Islam Fakultas Ilmu Sosial UNP melalui program kerjanya dengan nama The Big Bazar Barakah FSDI 2013. Bazar besar yang diangkatkan FSDI tahun ini bekerjasama dengan beberapa toko buku dan souvenir di kota Padang. Kegiatan ini dimulai pada hari Senin (21/10) bertempat di lorong FIS atau tepatnya di depan ruang kuliah D43.
             Menurut Abdul Aziz, ketua umum FSDI mengatakan bahwa bazar diadakan selama satu bulan. Yakni dari tanggal 21 Oktober hingga tanggal 21 November mendatang. Bazar FSDI sejak dulunya dikenal dengan bazar terpanjang jika dibandingkan dengan bazar-bazar yang diselenggarakan Forum Studi Islam fakultas lainnya di UNP. Bazar tersebut dinamakan bazar terpanjang karena menggunakan meja dengan deretan panjang guna menaruh barang-barang bazar.
            Selain untuk meningkatkan keuangan FSDI, bazar juga merupakan salah satu bentuk syi’ar islam di kalangan civitas akademika FIS. Barang bazar kebanyakan buku-buku islami. Namun, ada juga jilbab, kaos kaki perempuan dan aksesoris lainnya. Hari pertama dibuka, bazar cukup ramai menarik para mahasiswa. Mahasiswa yang berdatangan tidak hanya mahasiswa FIS namun juga dari Fakultas Ilmu Pendidikan yang berhadapan dengan FIS. Hal ini tentu menjadi media dalam mem-booming-kan bazar FSDI pada masyarakat luar FIS.
            Tidak hanya bazar. FSDI merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fakultas Ilmu Sosial yang bergerak di bidang kerohanian islam. FSDI turut andil dalam mensyi’arkan islam di kalangan civitas akademika FIS UNP. Seperti melalui program-program mingguannya. Setiap hari selasa sore ada program chattingan yang digawei bidang syi’ar islam, setiap hari kamis sore ada mentari (bidang kaderisasi) dan fun-day setiap jum’at siang khusus mahasiswi yang digerakkan oleh bidang kemuslimahan FSDI FIS UNP. (HASAN ASYHARI)

Beberapa Dokumentasi Bazar Hari Pertama (Senin, 21/10)














          

Sunday, October 20, 2013


Padang-Jejak Pikiran
Hari ini, Sabtu (19/10) diadakan temu perdana Forum Aktif Menulis Indonesia unit Universitas Negeri Padang (FAM Indonesia unit UNP) bertempat di taman sekitaran Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) UNP. Kegiatan kopdar (kopi darat), istilah yang akrab dipakai pengurus FAM lainnya ini dihadiri 10 orang, delapan orang mahasiswa UNP, dua orang diantaranya  Denni Meilizon (Sekretaris Umum FAM Sumbar 2012/2013) dan Irwan Hasan (famili FAM Sumbar). Irwan juga gemar menciptakan lagu dari karya-karya famili atau sapaan akrab  penulis dan penggemar FAM Indonesia.

Pertemuan yang berlangsung kurang lebih 2 jam-an itu diawali dengan perkenalan antara famili yang hadir, perkenalan FAM Indonesia, FAM Sumbar dan juga pembentukan struktur kepengurusan FAM unit UNP. Selain itu, juga ada sesi tanya jawab tentang FAM Indonesia pada famili yang hadir. Famili yang hadir rata-rata memang peminat dunia kepenulisan. Seperti halnya Amika, AN merupakan penulis buku novel  Kutub tak Bersalju. Buku yang banyak mengambil latar di kawasan Danau Kembar, Solok itu sempat di-launching beberapa hari yang lalu bersamaan dengan pelantikan wali nagari setempat.

Dalam kopdar perdana tersebut terbentuklah struktur kepengurusan FAM unit UNP sementara yang berasal dari beberapa fakultas yang ada di UNP yakni Ketua Harian (Hasan Asyhari), Sekretaris (Rahmi Syalfitri, R), Bendahara (Vivi Afri Oviani). Ketiga orang tersebut merupakan Dewan Pengurus Harian FAM unit UNP. Selain itu, juga dibentuk tiga bidang din bawahnya yakni Bidang Pengembangan dan Sumber Daya Manusia yang dikepalai oleh Ardiles, Bidang Kepenulisan dan Penerbitan (Zakaria) dan Bidang Humas, Jaringan dan Media dikepelai oleh Riduan. Dewan Pengurus Harian (DPH) FAM unit UNP dibantu tujuh orang koordinator fakultas atau yang disingkat KF yakni KF 1 (FIS), KF 2 (FIP), KF 3 (FE), KF 4 (FMIPA), KF 5 (FT), KF 6 (FBS), KF 7 (FIK).

UNP merupakan kampus pertama di Indonesia yang mencetuskan munculnya FAM Indonesia di ranah kampus. Kampus dengan motto Intelektual dan Religius itu sebenarnya memiliki bibit penulis yang belum terpublikasi lebar ke khalayak ramai. Dengan kehadiran FAM unit UNP ini diharapkan menjadi pondasi awal munculnya penulis-penulis islami di kampus UNP, di Sumatera Barat, Nasional bahkan Internasional hendaknya. Sebagai kegiatan awal, FAM unit UNP akan mengadakan kopdar kedua dengan mengundang langsung Muhammad Subhan (Ketua Umum FAM Indonesia) sebagai pembicara dengan materi Fiksi dan Nonfiksi pada tanggal 2 November mendatang. Famili ditantang membuat tulisan yang berbeda fiksi dan nonfiksi yang nantinya akan dibahas saat pertemuan berlangsung. Dari sanalah bentuk pembelajaran terjadi. FAM Indonesia dengan motto Dakwah bil Qalam juga memiliki penerbit FAM Publishing. Nantinya, berbagai tulisan famili FAM unit UNP bisa diterbitkan di sana. (HASAN ASYHARI)

Monday, October 14, 2013



Padang-Jejak Pikiran
Hari ini, Sabtu (12/10/13) diadakan Launching Website FSLDK Sumbar dan Wartawan LDK Sumbar bertempat di kampus I UBH, Ulak Karang. Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dari program kerja BK Humas Media Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Sumatera Barat yang saat ini dikoordinatori Forum Studi Islam (FSI) Nurul Jannah Universitas Bung Hatta. Website FSLDK Sumbar dengan nama domain http://www.fsldksumbar.com ini merupakan salah satu sarana dakwah lewat media elektronik. Website tersebut diharapkan sebagai pusat informasi mahasiswa muslim terkhusus provinsi Sumatera Barat.

Dalam kata sambutannya di depan lebih 20 orang utusan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) di Sumatera Barat, Doni Noviardi selaku koordinator BK Humas Media FSLDK Sumbar yang juga merupakan Ketua Umum FSI Nurul Jannah UBH mengatakan, “Kita butuh juga mempublikasikan kegiatan-kegiatan LDK yang ada.” Selain itu, Kiyadah (pemimpin) tiap LDK di Sumbar juga dapat menjadi pioner bagi mahasiswa muslim Sumatera Barat. Itupun jika karya-karya atau buah pemikirannya bisa muncul di berbagai media lokal maupun nasional yang ada.

Kemudian, kegiatan setengah hari itu di-launching oleh Jevi Gismoro (Pjs Ketua Umum FSLDK Sumbar). Beliau mengatakan dengan launching-nya website FSLDK Sumbar dan wartawan LDK Sumbar diharapkan dapat men-support bagi masing-masing LDK agar bisa dikenal khalayak ramai dan juga bisa menjadi sarana syi’ar islam di kampus.

Jika kebanyakan mahasiswa hanya mengenal wartawan mahasiswa kampus yang biasa tergabung pada unit kegiatan mahasiswa. Namun, wartawan LDK tak kalahnya demikian. Wartawan LDK lebih fokus pada kegiatan masing-masing LDK dan isu terkait. Mereka yang telah direkomendasikan tiap LDK akan mendapat training selama dua hari, tanggal 16 dan 17 November 2013 mendatang. Wartawan LDK tersebut akan dibekali ilmu jurnalistik. Mereka juga akan mendapatkan Surat Keputusan (SK), baju seragam dan kartu identitas, diberi kebebasan meliput berbagai kegiatan LDK atau ADK yang ada di kampus masing-masing. Selain itu, mereka bisa langsung mem-posting tulisan atau liputannya ke website FSLDK Sumbar.

Sebagai pengantar, Doni Noviardi menyampaikan beberapa informasi terkait dampak media yang nantinya akan dibahas detail saat training wartawan LDK Sumbar. Kemunculan istilah wartawan LDK, diharapkan menjadi model bagi LDK lain di luar Sumbar dalam menggairahkan dakwah media. Selain dakwah bil lisan (perkataan), dakwah bil qalam (tulisan) seperti media dirasa akan mudah dicerna oleh objek dakwah sehingga amat menarik untuk dijadikan sarana dakwah.

Sebagai pemanasan dan melihat kesungguhan para calon wartawan LDK Sumbar, Koordinator BK (Badan Koordinasi) Humas Media FSLDK Sumbar memberi sebuah tantangan awal kepada masing-masing calon wartawan LDK membuat sebuah profil singkat LDK masing-masing. Yang nantinya bisa di-publish di website FSLDK Sumbar. (HA)