Monday, January 6, 2014

       Siang menjelang sore ini (Kamis, 2 Januari 2014), saya dan teman-teman IMAPABASKO (Ikatan Mahasiswa Padangpanjang, Batipuah, X Koto) sebenarnya cuma berencana menjenguk dua orang pengurus yang sedang sakit. Mereka adalah Tia dan Genta. Namun, ketika berada di rumah Genta, salah seorang pengurus punya usul untuk JJS (Jalan-jalan Sore) dengan sepeda motor  ke daerah Gunuang Rajo. Namun, karena berbagai hal destinasi ke daerah itu tidak jadi. Sehingga kami mengalihkan perjalanan ke daerah Koto Katiak, Ngalau. Tidak sekedar jalan-jalan kami juga berfoto di objek yang kami tuju itu. Bak sebuah tradisi di organisasi kami. Tiap kegiatan selalu di dokumentasikan. Perjalanan singkat kami ini diikuti oleh Roni, Wen, Icha, Wahyu, Amrizal, Hasan. Ada satu orang pengurus kami yang semula bersama kami namun ia  tidak ikut, namanya Yosi. Ia sudah terikat janji dengan orangtuanya. Sehingga sekitar pukul 16.00 WIB, ia udah balik ke rumahnya.
            Perjalanan awal dimulai dengan mengitari daratan bawah bukit tui. Dalam perjalanan kami sempat besorak-sorai dalam hati melihat indahnya ciptaan Tuhan. Pohon-pohon hijau di kanan dan kiri menghijaui mata kami. Tak lupa melirik para pekerja di pondok kapur yang  menghela perasaan kami kala itu. Melirik ke arah kanan, terlihat bungkahan batu kapur dan tumpukan karung goni putih berisi kapur menyoroti pandangan kami yang masih awam dengan suasana bawah bukit tui. Di sana kami juga melihat asap-asap pembakaran batu kapur yang bergumpal dan cukup menyumbati indera penciuman kami.
            Terus, terus berjalan. Kami sempati berfoto di jalan beraspal yang cukup lebar ruasnya. Di sisi kanan dan kiri terlihat tanah-tanah coklat gembur yang terpadat rapi. Tak banyak yang melewati jalanan itu. Serasa hidup di perkampungan sunyi. Sesekali kami melihat hewan-hewan peliharaan warga seperti kambing. Dan kami juga melihat beberapa orang pemuda sedang menarik anjing ke jalanan.
            Setelah itu, Amrizal mengusulkan pergi ke rumah Surya Deswita yang tak berapa jauh dari lokasi berada saat itu. Bertabur tawa dan kesenangan menikmati Ciptaan Tuhan. Kami-pun melaju ke rumah Dewi, panggilan akrabnya. Setiba di sana, kami disambut riang oleh Ibu dan Dewi sendiri. Kami tak langsung masuk ke dalam rumah Dewi. Sebab kami ingin ke parak (ladang) Dewi.
Ya, Dewi-pun paham dan langsung menemani kami ke parak amak-nya (ibu-nya). Berjalan melewati pematang bersemen hingga berjalan di atas pematang tak bersemen. Sebenarnya tidak masalah bagi kami selaku muda-mudi ini berjalan di atas itu. Hehe. Jiwa muda mesti dibangkitkan untuk melihat hal-hal yang natural. Di sisi kanan, kiri, depan dan belakang tersorot ladang-ladang warga dengan tanaman bawah perai, saledri, cabe, terong dan banyak lagi. Warga di sini lebih senang bertanam seperti itu. Ya, bak buah simalakama. Jika hasil cabe bagus dalam artian kualitas dan kuantitas maka bisa dijual dengan harga yang cukup mahal. Nah, dari sanalah kebanyakan mata pencaharian warga. Baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk sekolah anak-anak mereka.
            Tak lama kemudian, hari-pun sudah mulai malam, langit kelihatannya gak bersahabat lagi dengan kami. Kami-pun langsung pulang ke rumah Dewi. Beruntung saja kami tidak langsung pulang ke rumah masing-masing karena beberapa menit setelah itu hari hujan lebat. Hingga masuk waktu shalat maghrib, kami masih terkurung hujan lebat di rumah Dewi. Keluarga Dewi sangat baik kepada kami. Kenapa tidak, kami dilayani bak tamu baru kenal. The panas dan keripik kacang dipersembahkannya untuk kami. Suasana yang semula dingin beku berubah menjadi dingin panas. Kami juga dibuatkan mie rebus instan plus telur ayam ras yang dicelup ke dalam rebusan mie tadi. Tentu menambah girah (semangat) kami untuk makan. Apalagi di saat-saat hujan lebat, pasti rasa lapar tersinar dari wajah kami. Hingga pukul 19.30 WIB, Alhamdulillah hujan sudah reda. Kami-pun pulang ke rumah masing-masing. Terima kasih Tuhan, terima kasih teman-teman semua. Semoga kisah perjalanan ini akan berlanjut! Semoga kekompakan kita terus terjaga! AAMIINN. :)

Beberapa dokumentasi:












     

Tuesday, December 24, 2013



Judul               : Rembang Dendang
Pengarang       : Denni Meilizon
Penerbit           : Alif Gemilang Litera, Yogyakarta
Cetakan           : Pertama, September 2013
Tebal Buku      : xxiv+126 halaman
ISBN               : 978-602-7692-53-4

            Rembang Dendang bak segubuk rasa yang dituangkan lewat tulisan indah dan dalam makna. Demikian sang penyair menuliskannya dalam sebuah buku puisi tunggal. Setiap puisi yang ditulis penuh akan makna dan kemunculan berbagai realita kehidupan umat manusia. Denni Meilizon, beliaulah penyair itu. Menulis puisi tidak lagi hanya pada sepucuk kertas yang jika dilipat mudah rusak. Eksistensi menulis puisi masa kini sudah menggenggam dunia maya atau on line. Dari sanalah si penyair mulai membungkus syair-syairnya tersebut pada sebuah buku. Jika dicari penyair yang menuangkan karya puisinya di dunia maya seperti facebook. Beliaulah salah satunya. Tak segan, si penyair menuangkan tiap larik puisinya ke dunia jejaring sosial tersebut.
            Buku ini berisikan 103 puisi penyair yang ditulis dari akhir 2012 hingga pertengahan 2013. Si penyair tampaknya senantiasa cermat mengamati persoalan-persoalan hidup yang bergerak di lingkungannya, biar sekecil apapun persoalan itu, termasuk juga persoalan yang menyentuh hidup dan kehidupan pribadinya, akan selalu dihayati dan direkamnya sebagai pengalaman batin yang berharga, untuk kemudian lewat daya imajinasi dan kemampuan puitisnya. Hal demikian diungkapkannya ke dalam larik-larik puisi.
            Penyair yang sudah pernah menerbitkan dua buku puisi tunggalnya ini mensyairkan karyanya dengan indah. Barangkali kualitas itu terlihat dari kematangan si penyair menguasai bahasa, pengalaman batin dan kemampuan penyairan Denni Meilizon dalam mengungkap masalah hidup dan kehidupan lewat puisi. Berbagai endorsement dari para penyair dan kritisi satra lebih memaknai puisi-puisi dalam buku ini. Hal terunik dalam buku ini ketika salah satu puisi yang berjudul “Ini Peri” menyorot mata pembaca ketika hendak membalikkan lembar-perlembar kertas buku ini. Di awali dengan gambar seumpama ibu peri yang terakit dengan syair yang indah. Seakan menunjukkan kekreatifitasan si penyair dalam menguraikan rasanya. Puisi tersebut lebih lengkap lagi jika ditambah gambar-gambar ataupun lukisan tentang judul-judul yang dianggap unik.
            So, bagi penikmat sastra dan juga bagi penyair pemula. Silakan baca buku puisi ini. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari tiap larik yang disajikan oleh sang penyair.
(Hasan Asyhari, anggota Forum Aktif Menulis Indonesia)   


Thursday, December 5, 2013


  Padang-Jejak Pikiran         
Pengurus UKK foto bersama Pengurus dan Anak Panti 
      Unit Kegiatan Kerohanian merupakan organisasi kemahasiswaan (ormawa) tingkat Universitas Negeri Padang yang bergerak di bidang kerohanian Islam. 

         Dalam rangka mewujudkan salah satu tridarma perguruan tinggi, pengabdian masyarakat sekaligus implementasi dari program kerja bidang humas dan jaringan (humasjar) UKK 2013. Maka, diadakan kunjungan ke salah satu Panti Asuhan terdekat. Tepatnya panti Asuhan Alfalah yang berada di Parupuk Tabing, kelurahan Air Tawar Barat Minggu (1/12/2013).

            “Ada yang menarik dalam kunjungan ke Panti Asuhan Alifah, rata-rata mereka sudah paham islam dengan baik,” ungkap Redo Ikhlas, kepala bidang humasjar UKK saat ditemui di sekretariat UKK (1/12/2013).

            Dalam kunjungan, hadir Hasanatul Nisak (Kabid. Kemuslimahan), Elli Warni (Kabid. Keuangan) dan  beberapa orang pengurus UKK lainnya. Tidak hanya bertukar pikiran dengan anak-anak panti. Namun, juga disuguhkan dengan tontonan film Bidadari Surga. Setelah itu, pengurus UKK menyerahkan pakaian yang layak kepada anak Panti. 

            Redo Ikhlas berpesan, semoga kegiatan-kegiatan berbau sosial bisa dilanjutkan lagi pada kepengurusan berikutnya yakni pasca Musyawarah Besar UKK ke-14 yang akan diadakan pada tanggal 6, 7 dan 8 Desember mendatang. (HASAN ASYHARI)

Sunday, December 1, 2013

Padang-Jejak Pikiran        
Pemateri 1 menyampaikan materi. (Dok. Amika)
Dalam rangka menumbuhkan jiwa wirausaha bagi mahasiswa. Badan Eksekutif  Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (BEM FIS UNP) yang diketuai oleh Chandra Perwira Negara ini menggelar Pelatihan Kewirausahaan Mahasiswa (PKwM).

Acara pelatihan dengan tema “Wujudkan Kemandirian dan Perekonomian Bangsa Melalui Entrepreneurship” ini diadakan pada hari Sabtu (30/11) bertempat di Auditorium Prof. Kamaluddin Fakultas Ekonomi UNP. 
    
“Pelatihan ini diadakan salah satunya untuk membentuk karakter mahasiswa dibidang wirausaha,” ujar Yopi Maulana, Ketua Panitia Pelaksana acara tersebut. Lalu acara dibuka oleh Drs. Ikhwan , M.Si, Pembantu Dekan III FIS UNP. Dalam kata sambutannya, beliau mengutarakan kewirausahaan bukan berarti berdagang saja, tapi lebih bagaimana menumbuhkan sikap kemandirian.

Setelah itu, acara dimulai dengan penyampaian materi sesi pertama oleh Dr. Susi Evanita, M.Si, Pembantu Dekan III FE UNP. Pada materi tentang konsep kewirausahaan, beliau menyampaikan bahwa dalam berwirausaha seorang harus kreatif, inovatif sehingga menghasilkan produk yang unik. Sebab di sanalah kunci dalam berwirausaha. Dalam berwirausaha seorang entrepreneur (wirausaha) melalui tiga tahapan yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengembangan.

Dalam menyelingi materi kedua, panitia pelaksana memberikan ice breaking kepada sekitar lebih kurang 150 orang peserta yang hadir. Selanjutnya, sesi kedua dengan pemateri Drs. Ikhwan, M.Si dan M. Arifin, S.Pd, M.Pd. Kedua pemateri tersebut menyampaikan materi etika bisnis.

“Salah satu etika bisnis adalah jujur,” ungkap M. Arifin, S.Pd, M.Pd, Kepala Subag Kemahasiswaan FT UNP yang dahulunya pernah berstatus sosial sebagai seorang cleaning service. Dengan pengalaman yang disampaikannya, beliau sempat menggugah semangat peserta untuk siap berwirausaha.
Peserta serius mengikuti acara. (Dok. Amika)

Selanjutnya, materi tentang business plan disampaikan oleh Drs. Badrul Amin, ST, M.Pd. Pemateri berkulit putih dan berkaca mata ini merupakan salah seorang penyeleksi PMW (Program Mahasiswa Wirausaha). Beliau menyampaikan, bahwa dalam menyusun rencana bisnis, wirausahawan harus memperhatikan analisis pasar (segmen pasar). Produk apa dan konsumennya siapa juga harus diperhatikan dalam berwirausaha.

“Acaranya sangat bagus, sebab bisa membangun jiwa entrepreneurship mahasiswa,” ungkap Piki Setri Pernantah, mahasiswa jurusan Sejarah yang juga sedang mengembangkan usaha Kampuang Batik lewat PMW yang baru-baru ini didapat bersama teman-temannya dari Fakultas Ilmu Sosial.      

Di akhir acara, panitia menyampaikan pemenang kepada peserta yang membuat twitt paling gokil terkait acara. Serta juga memberikan doorprize yang menarik bagi peserta. (HASAN ASYHARI)

Saturday, November 30, 2013



            Kaum muda Minang dahulunya dianggap sebagai kaum yang intelek, religius, gemar berdagang. Dan banyak title lain yang dijuluki pada kaum muda Minang masa dahulu. Namun, realitanya sekarang kiprahnya agak kabur bahkan tidak terlalu tampak di ranah Minang.
            Acara Dialog Nasional dengan tema “Kiprah Tokoh Muda Minang di Pentas Nasional” ini diadakan di Auditorium Prof. Kamaluddin Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang. (E UNP) “Tingginya antusias mahasiswa UNP, dari target 300 peserta yang diharapkan. Namun, melebihi kuota yakni 600 peserta hingga beberapa menit sebelum acara dimulai.” Ujar Argi Saputra, ketua pelaksana saat menyampaikan laporan acara (Kamis, 28/11/2013).
            Sekitar enam ratus lebih pasang mata menyoroti pembicara asal Minang yang berdomisili di tanah Jawa. Hamdanus, direktur eksekutif Fokus Parlemen Jakarta dan Indra J. Piliang (the Indonesia Institute). Ciloteh Minang yang dibawakan oleh anggota WP2SOSPOL mengundang tawa peserta, undangan dan pembicara yang hadir. Ditambah lagi dengan musikalisasi puisi bertema masalah sosial dan politik yang sempat mengguncang gedung auditorium FE UNP.
            “Saya sangat mengapresiasi acara ini. Acara yang diadakan WP2SOSPOL ini sangat memotivasi saya terutama hadirnya dua orang tokoh Minang yang sangat luar biasa,” ucap Rivaldi, mahasiswa jurusan Sosiologi yang juga mendapatkan doorprize dari panitia pelaksana atas kehadirannya paling awal.
            Selanjutnya Edo Endrefson, moderator acara tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya. Dan beberapa doorprize diberikan pada penanya yang beruntung dan juga bagi peserta yang paling awal datang. (Hasan Asyhari)
           

Monday, November 18, 2013


Padang-Jejak Pikiran
Media sebagai sarana penyampai informasi. Seyogyanya memberikan berbagai informasi yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat atau audiens. Baik terhadap  anak-anak hingga orangtua.

Namun, adakalanya informasi yang diharapkan tidak sesuai atau menyimpang dari koridor yang sewajarnya. Sehingga dari hal tersebut kerap kali menimbulkan kontra dari berbagai pihak.

Tidak hanya media cetak. Tapi juga media online (elektronik) sangat merajai panggung kehidupan masyarakat saat ini. Banyak kasus seperti pembunuhan, perampokan dan tindakan asusila dilakukan masyarakat sebab tidak mampu mem-filter informasi yang disampaikan oleh media yang mereka lihat, baca dan dengar .

Unit Kegiatan Kerohanian Universitas Negeri Padang (UKK UNP) sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak di bidang kerohanian Islam turut andil dalam hal itu. Implikasi dari keprihatinan terhadap media, UKK menggelar Seminar Nasional bertema “Media Menggenggam Dunia.”

Seminar Nasional yang diadakan Sabtu, (16/11/2013) di Gedung Teater Tertutup Fakultas Bahasa dan Seni UNP ini merupakan acara penghujung BUMI (Budaya Mahasiswa Islam) UNP 2013. Acara ini diikuti lebih dari 100 orang peserta yang berasal dari mahasiswa seluruh fakultas di UNP. 

Kemudian, Iven besar yang digawei bidang Syi’ar Islam ini dimoderatori Edo Andrefson. Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNP dan juga merupakan Sekjen Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNP tahun 2010.

Ketua Pelaksana, Ahmad Syakir mengatakan dengan adanya seminar ini diharapkan peserta lebih jeli lagi terhadap berbagai ancaman dari media terutama menyangkut pemikiran mahasiswa yang notabene sebagai agent of change  (agen perubahan) di tengah masyarakat.

Kedatangan Ibu Wakil Walikota Padang menjadi sesi yang istimewa pada acara tersebut. Dalam kata sambutannya, beliau merasa sangat senang dan terharu sekali dengan diangkatkannya acara tersebut.

Selanjutnya, acara dibuka oleh Azzuhfi Ilan Tinasar, S.Pd selaku Dewan Pertimbangan Organisasi UKK tahun 2013. 

Mengawali sesi acara inti, Grup Nasyid Skyborne dari Fakultas Bahasa dan Seni menghibur peserta yang hadir. Seluruh personil yang didominasi mahasiswa FBS UNP tahun masuk 2013 itu cukup memukau peserta yang hadir dengan alunan suara dan alat musik yang dimainkan.

Edy A Effendi, mantan wartawan salah satu koran nasional ditunjuk sebagai pembicara dari kalangan pers nasional. Dan Hamdanus, M.Si, direktur eksekutif Fokus Parlemen Jakarta sebagai pembicara kedua. Acara tersebut akan mengupas sisi gelap dari beberapa media nasional yang ada di Indonesia. Serta bagaimana dampak media terhadap pemikiran manusia (Ghazwul fikri).

Setelah penyampaian materi, moderator memberi kesempatan kepada tiga orang peserta bertanya pada pemateri. (HASAN ASYHARI) 


Padang-Jejak Pikiran

Maraknya isu negatif yang berkembang di media massa terkhusus media online (elektronik). FSLDK Sumbar (Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus) wilayah Sumatera Barat menggelar workshop jurnalistik. Workshop yang diadakan dua hari, Sabtu-Minggu (16-17/11/2013) ini ditujukan bagi ADK (Aktivis Dakwah Kampus) LDK se-Sumbar yang berminat dalam dunia jurnalistik.

Universitas Bung Hatta yang meng-gawei Badan Koordinasi (BK) Humas Media FSLDK Sumbar merupakan tuan rumah penyelenggaraan workshop tersebut. Kegiatan dengan tema “Menuju Dakwah Media Yang Lebih Bergairah dan Inspiratif” ini diikuti sekitar 30 orang yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta seperti UBH, UNP, Unand, STAIN Batusangkar, STIT Pariaman dan UPI YPTK.

Rahmadhani, ketua pelaksana mengatakan kegiatan tersebut diadakan guna memarakkan dakwah bil qalam (dakwah tulisan) lewat media online dan mempererat silaturrahim antar sesama wartawan LDK Sumbar.

Panitia mengundang Paljriati Yusral, SS,  trainer trustco sebagai pembicara pertama dan Bayu Haryanto, S.T alumni UBH yang pernah berkecimpung di Surat Kabar Kampus WP (Wawasan Proklamator). 
Peserta tidak hanya disuguhkan materi, namun juga langsung aplikasi. Setiap peserta diminta membuat berita dari kegiatan tersebut dan menyampaikannya di hadapan peserta yang hadir untuk dikoreksi bersama.

Setelah kegiatan ini, setiap peserta akan mendapatkan SK (Surat Keputusan) sebagai wartawan LDK Sumbar. Dengan adanya SK tersebut akan mempermudah gerak mereka berkecimpung dalam dunia jurnalistik. (HA)

Thursday, November 7, 2013


Ustadz M. Hafiz di hadapan mahasiswa FIS yang hadir

Hari ini bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1435 Hijriah.   Tanggal tersebut merupakan  hari besar bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia. Peringatan yang hadir setiap setahun sekali itu untuk mengenang peristiwa hijrahnya Rasulullah saw. dan para pengikutnya dari Mekkah menuju Madinah. Peristiwa hijrah dari Mekkah ke Madinah pada tanggal 24 September 622 M merupakan titik balik kehidupan Nabi Muhammad saw. Di sanalah kemajuan pesat perikehidupan umat muslim akan menjelang di bawah pimpinan beliau. Setelah tiba di Madinah, Nabi Muhammad saw. mengutus sahabat Hudzaifah Ibnu Yaman untuk melakukan sensus penduduk. Hasil sensus menyatakan bahwa terdapat 10.000 penduduk yang menetap di Madinah. Mereka terdiri dari 1.500 orang muslim, 4.000 orang Yahudi, dan 4.500 orang musyrik Arab. Umat Islam adalah kaum minoritas, namun dihormati dan mendapat kepercayaan untuk mengatur masyarakat yang dicita-citakan bersama.

Sebagai generasi muda islam tentunya harus mampu memahami dan memaknai Tahun Baru Islam ini. Oleh sebab itu, FSDI FIS UNP mempersembahkan kajian spesial memperingati 1 Muharram 1435 H bersama Ust. Muhammad Hafiz (Dosen Bahasa Inggris FBS UNP). Acara ini dilaksanakan Pada Rabu (07/10) pukul 16.20 wib kemaren. Kegiatan tersbut merupakan agenda PHBI dari Bidang Syiar Islam (Syiram) FSDI yang dikoordinatori oleh Bambang Kaliwardana. Acara yang diadakan di lokal D43 FIS UNP ini,  Insyaallah sangat bermanfaat baik dari segi ilmu agama maupun umum. Acara ini mendapat apresiasi positif dari civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial UNP. 

Biasanya dalam rangkaian acara dibuka dengan pembacaan tilawah setelah itu penyampaian materi oleh ustadznya, kemudian setelah materi disampaikan dibuka sesi tanya jawab/diskusi dari peserta yang ditujukan kepada pemateri. Disaat acara berlangsung selalu diselingi teriakan takbir yang dipandu moderator yang seakan menambah semangat kita untuk ikut acara tersebut dan mempelajari islam itu lebih banyak lagi. Kemudian di akhir acara panitiapun tak lupu tmemberikan kenang-kenangan kepada ustadz dan juga doorprize kepada para peserta yang bertanya dan aktif diskusi. Dan akhirnya moderator menutup acara dengan diselingi sesi serba serbi yang bertujuan untuk penyampaian informasi oleh para peserta baik informasi tentang FSDI, FIS, Kampus maupun informasi umum serta setelah itu dilanjutkan dengan mengucapkan lafazh hamdallah dan disempurnakan dengan do’a penutup majelis. Allahuakbar...!! Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1435 H. (Laporan: PIKI SETRI PERNANTAH, Editor: HASAN ASYHARI)




        Selasa (5/11) bertepatan dengan tahun baru Islam, tanggal 1 Muharam 1435 Hijriah. Unit Kegiatan Kerohanian Universitas Negeri Padang (UKK UNP) melalui bidang kaderisasi melaksanakan outbound sekaligus tafakur alam (menjelajahi alam). Kegiatan tersebut merupakan follow up dari acara diklat (pendidikan dan latihan) angkatan muda UKK pada bulan Oktober yang lalu. Kegiatan tersebut diikuti lebih 70 orang peserta laki-laki dan perempuan. Peserta tersebut berasal dari seluruh fakultas yang ada di UNP. Umumnya adalah mahasiswa baru 2013 dan ada juga beberapa mahasiswa UNP tahun masuk 2012 yang baru mengikuti diklat angkatan muda UKK.
            Gunung Padang dan Pantai Air Manis ini selalu menjadi lokasi langganan Unit Kegiatan Kerohanian UNP dalam melaksanakan kegiatan outbound bagi mahasiswa UNP yang baru bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak di bidang kerohanian Islam tersebut. Dalam pelaksanaannya, outbound terdiri atas beberapa posko. Di setiap posko ada game (permainan) yang menarik dan juga menantang. Seperti makan kerupuk, ulat bulu, dragon, angkat peserta, voli sarung. Seluruh peserta dibagi dalam kelompok-kelompok yang terdiri atas enam hingga tujuh orang perkelompok. Saat memasuki satu posko ke posko lainnya. Tiap kelompok diuji semangatnya dengan yel-yel. Tidak jauh berbeda dengan outbound tahun sebelumnya, setiap peserta diuji kelincahan berpikirnya dengan menghafal potongan ayat Al-Qur’an dan menyampaikannya secara kompak saat memasuki posko yang mereka lalui.
            Setelah game-game selesai dipermainkan. Seluruh peserta melaksanakan ibadah shalat zuhur berjamaah di bawah terik matahari, pinggir pantai dan air laut sebagai saksi bisunya. Kemudian, peserta dan panitia makan bersama di atas rerumputan hijau. Dan juga dilaksanakan mentoring beberapa menit. Tak berapa lama setelah itu dilanjutkan dengan acara penutupan. Menurut Amdrean Ruseffendi, Ketua Umum UKK UNP dan juga merupakan ketua Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Sumatera Barat (FSLDK Sumbar) yang baru saja diamanahkan kepadanya. Setelah outbound ini seluruh peserta outbound akan diberi job (kerja) sebagai panitia Seminar Nasional Media yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 November mendatang.
            “Acara ini sangat luar biasa, melatih diri disiplin, kerjasama, persatuan, meningkatkan ukhuwah sesama muslim,” ujar Toni salah seorang peserta laki-laki. Dan beliau juga berharap setelah oubound ini agar menjadi lebih baik lagi. Dalam penutupan tersebut diiumumkan kelompok peserta terbaik, peserta teladan dan yel-yel terbaik. Kemudian juga diumumkan ketua, bendahara serta ketua keputrian Gemintang (Generasi Muda Islam nan Tangguh). Gemintang merupakan nama kekompakan angkatan muda UKK 2013 yang disepakati saat diklat indoor di kampus Fakultas Ilmu Sosial bulan Oktober yang lalu.  Selanjutnya, ketua Gemintang terpilih Aris Bayu Prasetyo membacakan ikrar angkatan muda 2013 di hadapan peserta lainnya. “Dengan ikrar tersebut diharapkan mereka tetap istiqomah di UKK dan juga semoga menjadi generasi pelanjut estafet dakwah di kampus UNP ke depannya,” harap Hasan Asyhari selaku sekretaris acara yang juga merupakan sekretaris umum UKK 2013. (HASAN ASYHARI)