Tuesday, December 24, 2013



Judul               : Rembang Dendang
Pengarang       : Denni Meilizon
Penerbit           : Alif Gemilang Litera, Yogyakarta
Cetakan           : Pertama, September 2013
Tebal Buku      : xxiv+126 halaman
ISBN               : 978-602-7692-53-4

            Rembang Dendang bak segubuk rasa yang dituangkan lewat tulisan indah dan dalam makna. Demikian sang penyair menuliskannya dalam sebuah buku puisi tunggal. Setiap puisi yang ditulis penuh akan makna dan kemunculan berbagai realita kehidupan umat manusia. Denni Meilizon, beliaulah penyair itu. Menulis puisi tidak lagi hanya pada sepucuk kertas yang jika dilipat mudah rusak. Eksistensi menulis puisi masa kini sudah menggenggam dunia maya atau on line. Dari sanalah si penyair mulai membungkus syair-syairnya tersebut pada sebuah buku. Jika dicari penyair yang menuangkan karya puisinya di dunia maya seperti facebook. Beliaulah salah satunya. Tak segan, si penyair menuangkan tiap larik puisinya ke dunia jejaring sosial tersebut.
            Buku ini berisikan 103 puisi penyair yang ditulis dari akhir 2012 hingga pertengahan 2013. Si penyair tampaknya senantiasa cermat mengamati persoalan-persoalan hidup yang bergerak di lingkungannya, biar sekecil apapun persoalan itu, termasuk juga persoalan yang menyentuh hidup dan kehidupan pribadinya, akan selalu dihayati dan direkamnya sebagai pengalaman batin yang berharga, untuk kemudian lewat daya imajinasi dan kemampuan puitisnya. Hal demikian diungkapkannya ke dalam larik-larik puisi.
            Penyair yang sudah pernah menerbitkan dua buku puisi tunggalnya ini mensyairkan karyanya dengan indah. Barangkali kualitas itu terlihat dari kematangan si penyair menguasai bahasa, pengalaman batin dan kemampuan penyairan Denni Meilizon dalam mengungkap masalah hidup dan kehidupan lewat puisi. Berbagai endorsement dari para penyair dan kritisi satra lebih memaknai puisi-puisi dalam buku ini. Hal terunik dalam buku ini ketika salah satu puisi yang berjudul “Ini Peri” menyorot mata pembaca ketika hendak membalikkan lembar-perlembar kertas buku ini. Di awali dengan gambar seumpama ibu peri yang terakit dengan syair yang indah. Seakan menunjukkan kekreatifitasan si penyair dalam menguraikan rasanya. Puisi tersebut lebih lengkap lagi jika ditambah gambar-gambar ataupun lukisan tentang judul-judul yang dianggap unik.
            So, bagi penikmat sastra dan juga bagi penyair pemula. Silakan baca buku puisi ini. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari tiap larik yang disajikan oleh sang penyair.
(Hasan Asyhari, anggota Forum Aktif Menulis Indonesia)   


Thursday, December 5, 2013


  Padang-Jejak Pikiran         
Pengurus UKK foto bersama Pengurus dan Anak Panti 
      Unit Kegiatan Kerohanian merupakan organisasi kemahasiswaan (ormawa) tingkat Universitas Negeri Padang yang bergerak di bidang kerohanian Islam. 

         Dalam rangka mewujudkan salah satu tridarma perguruan tinggi, pengabdian masyarakat sekaligus implementasi dari program kerja bidang humas dan jaringan (humasjar) UKK 2013. Maka, diadakan kunjungan ke salah satu Panti Asuhan terdekat. Tepatnya panti Asuhan Alfalah yang berada di Parupuk Tabing, kelurahan Air Tawar Barat Minggu (1/12/2013).

            “Ada yang menarik dalam kunjungan ke Panti Asuhan Alifah, rata-rata mereka sudah paham islam dengan baik,” ungkap Redo Ikhlas, kepala bidang humasjar UKK saat ditemui di sekretariat UKK (1/12/2013).

            Dalam kunjungan, hadir Hasanatul Nisak (Kabid. Kemuslimahan), Elli Warni (Kabid. Keuangan) dan  beberapa orang pengurus UKK lainnya. Tidak hanya bertukar pikiran dengan anak-anak panti. Namun, juga disuguhkan dengan tontonan film Bidadari Surga. Setelah itu, pengurus UKK menyerahkan pakaian yang layak kepada anak Panti. 

            Redo Ikhlas berpesan, semoga kegiatan-kegiatan berbau sosial bisa dilanjutkan lagi pada kepengurusan berikutnya yakni pasca Musyawarah Besar UKK ke-14 yang akan diadakan pada tanggal 6, 7 dan 8 Desember mendatang. (HASAN ASYHARI)

Sunday, December 1, 2013

Padang-Jejak Pikiran        
Pemateri 1 menyampaikan materi. (Dok. Amika)
Dalam rangka menumbuhkan jiwa wirausaha bagi mahasiswa. Badan Eksekutif  Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (BEM FIS UNP) yang diketuai oleh Chandra Perwira Negara ini menggelar Pelatihan Kewirausahaan Mahasiswa (PKwM).

Acara pelatihan dengan tema “Wujudkan Kemandirian dan Perekonomian Bangsa Melalui Entrepreneurship” ini diadakan pada hari Sabtu (30/11) bertempat di Auditorium Prof. Kamaluddin Fakultas Ekonomi UNP. 
    
“Pelatihan ini diadakan salah satunya untuk membentuk karakter mahasiswa dibidang wirausaha,” ujar Yopi Maulana, Ketua Panitia Pelaksana acara tersebut. Lalu acara dibuka oleh Drs. Ikhwan , M.Si, Pembantu Dekan III FIS UNP. Dalam kata sambutannya, beliau mengutarakan kewirausahaan bukan berarti berdagang saja, tapi lebih bagaimana menumbuhkan sikap kemandirian.

Setelah itu, acara dimulai dengan penyampaian materi sesi pertama oleh Dr. Susi Evanita, M.Si, Pembantu Dekan III FE UNP. Pada materi tentang konsep kewirausahaan, beliau menyampaikan bahwa dalam berwirausaha seorang harus kreatif, inovatif sehingga menghasilkan produk yang unik. Sebab di sanalah kunci dalam berwirausaha. Dalam berwirausaha seorang entrepreneur (wirausaha) melalui tiga tahapan yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengembangan.

Dalam menyelingi materi kedua, panitia pelaksana memberikan ice breaking kepada sekitar lebih kurang 150 orang peserta yang hadir. Selanjutnya, sesi kedua dengan pemateri Drs. Ikhwan, M.Si dan M. Arifin, S.Pd, M.Pd. Kedua pemateri tersebut menyampaikan materi etika bisnis.

“Salah satu etika bisnis adalah jujur,” ungkap M. Arifin, S.Pd, M.Pd, Kepala Subag Kemahasiswaan FT UNP yang dahulunya pernah berstatus sosial sebagai seorang cleaning service. Dengan pengalaman yang disampaikannya, beliau sempat menggugah semangat peserta untuk siap berwirausaha.
Peserta serius mengikuti acara. (Dok. Amika)

Selanjutnya, materi tentang business plan disampaikan oleh Drs. Badrul Amin, ST, M.Pd. Pemateri berkulit putih dan berkaca mata ini merupakan salah seorang penyeleksi PMW (Program Mahasiswa Wirausaha). Beliau menyampaikan, bahwa dalam menyusun rencana bisnis, wirausahawan harus memperhatikan analisis pasar (segmen pasar). Produk apa dan konsumennya siapa juga harus diperhatikan dalam berwirausaha.

“Acaranya sangat bagus, sebab bisa membangun jiwa entrepreneurship mahasiswa,” ungkap Piki Setri Pernantah, mahasiswa jurusan Sejarah yang juga sedang mengembangkan usaha Kampuang Batik lewat PMW yang baru-baru ini didapat bersama teman-temannya dari Fakultas Ilmu Sosial.      

Di akhir acara, panitia menyampaikan pemenang kepada peserta yang membuat twitt paling gokil terkait acara. Serta juga memberikan doorprize yang menarik bagi peserta. (HASAN ASYHARI)

Saturday, November 30, 2013



            Kaum muda Minang dahulunya dianggap sebagai kaum yang intelek, religius, gemar berdagang. Dan banyak title lain yang dijuluki pada kaum muda Minang masa dahulu. Namun, realitanya sekarang kiprahnya agak kabur bahkan tidak terlalu tampak di ranah Minang.
            Acara Dialog Nasional dengan tema “Kiprah Tokoh Muda Minang di Pentas Nasional” ini diadakan di Auditorium Prof. Kamaluddin Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang. (E UNP) “Tingginya antusias mahasiswa UNP, dari target 300 peserta yang diharapkan. Namun, melebihi kuota yakni 600 peserta hingga beberapa menit sebelum acara dimulai.” Ujar Argi Saputra, ketua pelaksana saat menyampaikan laporan acara (Kamis, 28/11/2013).
            Sekitar enam ratus lebih pasang mata menyoroti pembicara asal Minang yang berdomisili di tanah Jawa. Hamdanus, direktur eksekutif Fokus Parlemen Jakarta dan Indra J. Piliang (the Indonesia Institute). Ciloteh Minang yang dibawakan oleh anggota WP2SOSPOL mengundang tawa peserta, undangan dan pembicara yang hadir. Ditambah lagi dengan musikalisasi puisi bertema masalah sosial dan politik yang sempat mengguncang gedung auditorium FE UNP.
            “Saya sangat mengapresiasi acara ini. Acara yang diadakan WP2SOSPOL ini sangat memotivasi saya terutama hadirnya dua orang tokoh Minang yang sangat luar biasa,” ucap Rivaldi, mahasiswa jurusan Sosiologi yang juga mendapatkan doorprize dari panitia pelaksana atas kehadirannya paling awal.
            Selanjutnya Edo Endrefson, moderator acara tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya. Dan beberapa doorprize diberikan pada penanya yang beruntung dan juga bagi peserta yang paling awal datang. (Hasan Asyhari)
           

Monday, November 18, 2013


Padang-Jejak Pikiran
Media sebagai sarana penyampai informasi. Seyogyanya memberikan berbagai informasi yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat atau audiens. Baik terhadap  anak-anak hingga orangtua.

Namun, adakalanya informasi yang diharapkan tidak sesuai atau menyimpang dari koridor yang sewajarnya. Sehingga dari hal tersebut kerap kali menimbulkan kontra dari berbagai pihak.

Tidak hanya media cetak. Tapi juga media online (elektronik) sangat merajai panggung kehidupan masyarakat saat ini. Banyak kasus seperti pembunuhan, perampokan dan tindakan asusila dilakukan masyarakat sebab tidak mampu mem-filter informasi yang disampaikan oleh media yang mereka lihat, baca dan dengar .

Unit Kegiatan Kerohanian Universitas Negeri Padang (UKK UNP) sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak di bidang kerohanian Islam turut andil dalam hal itu. Implikasi dari keprihatinan terhadap media, UKK menggelar Seminar Nasional bertema “Media Menggenggam Dunia.”

Seminar Nasional yang diadakan Sabtu, (16/11/2013) di Gedung Teater Tertutup Fakultas Bahasa dan Seni UNP ini merupakan acara penghujung BUMI (Budaya Mahasiswa Islam) UNP 2013. Acara ini diikuti lebih dari 100 orang peserta yang berasal dari mahasiswa seluruh fakultas di UNP. 

Kemudian, Iven besar yang digawei bidang Syi’ar Islam ini dimoderatori Edo Andrefson. Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNP dan juga merupakan Sekjen Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNP tahun 2010.

Ketua Pelaksana, Ahmad Syakir mengatakan dengan adanya seminar ini diharapkan peserta lebih jeli lagi terhadap berbagai ancaman dari media terutama menyangkut pemikiran mahasiswa yang notabene sebagai agent of change  (agen perubahan) di tengah masyarakat.

Kedatangan Ibu Wakil Walikota Padang menjadi sesi yang istimewa pada acara tersebut. Dalam kata sambutannya, beliau merasa sangat senang dan terharu sekali dengan diangkatkannya acara tersebut.

Selanjutnya, acara dibuka oleh Azzuhfi Ilan Tinasar, S.Pd selaku Dewan Pertimbangan Organisasi UKK tahun 2013. 

Mengawali sesi acara inti, Grup Nasyid Skyborne dari Fakultas Bahasa dan Seni menghibur peserta yang hadir. Seluruh personil yang didominasi mahasiswa FBS UNP tahun masuk 2013 itu cukup memukau peserta yang hadir dengan alunan suara dan alat musik yang dimainkan.

Edy A Effendi, mantan wartawan salah satu koran nasional ditunjuk sebagai pembicara dari kalangan pers nasional. Dan Hamdanus, M.Si, direktur eksekutif Fokus Parlemen Jakarta sebagai pembicara kedua. Acara tersebut akan mengupas sisi gelap dari beberapa media nasional yang ada di Indonesia. Serta bagaimana dampak media terhadap pemikiran manusia (Ghazwul fikri).

Setelah penyampaian materi, moderator memberi kesempatan kepada tiga orang peserta bertanya pada pemateri. (HASAN ASYHARI) 


Padang-Jejak Pikiran

Maraknya isu negatif yang berkembang di media massa terkhusus media online (elektronik). FSLDK Sumbar (Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus) wilayah Sumatera Barat menggelar workshop jurnalistik. Workshop yang diadakan dua hari, Sabtu-Minggu (16-17/11/2013) ini ditujukan bagi ADK (Aktivis Dakwah Kampus) LDK se-Sumbar yang berminat dalam dunia jurnalistik.

Universitas Bung Hatta yang meng-gawei Badan Koordinasi (BK) Humas Media FSLDK Sumbar merupakan tuan rumah penyelenggaraan workshop tersebut. Kegiatan dengan tema “Menuju Dakwah Media Yang Lebih Bergairah dan Inspiratif” ini diikuti sekitar 30 orang yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta seperti UBH, UNP, Unand, STAIN Batusangkar, STIT Pariaman dan UPI YPTK.

Rahmadhani, ketua pelaksana mengatakan kegiatan tersebut diadakan guna memarakkan dakwah bil qalam (dakwah tulisan) lewat media online dan mempererat silaturrahim antar sesama wartawan LDK Sumbar.

Panitia mengundang Paljriati Yusral, SS,  trainer trustco sebagai pembicara pertama dan Bayu Haryanto, S.T alumni UBH yang pernah berkecimpung di Surat Kabar Kampus WP (Wawasan Proklamator). 
Peserta tidak hanya disuguhkan materi, namun juga langsung aplikasi. Setiap peserta diminta membuat berita dari kegiatan tersebut dan menyampaikannya di hadapan peserta yang hadir untuk dikoreksi bersama.

Setelah kegiatan ini, setiap peserta akan mendapatkan SK (Surat Keputusan) sebagai wartawan LDK Sumbar. Dengan adanya SK tersebut akan mempermudah gerak mereka berkecimpung dalam dunia jurnalistik. (HA)

Thursday, November 7, 2013


Ustadz M. Hafiz di hadapan mahasiswa FIS yang hadir

Hari ini bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1435 Hijriah.   Tanggal tersebut merupakan  hari besar bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia. Peringatan yang hadir setiap setahun sekali itu untuk mengenang peristiwa hijrahnya Rasulullah saw. dan para pengikutnya dari Mekkah menuju Madinah. Peristiwa hijrah dari Mekkah ke Madinah pada tanggal 24 September 622 M merupakan titik balik kehidupan Nabi Muhammad saw. Di sanalah kemajuan pesat perikehidupan umat muslim akan menjelang di bawah pimpinan beliau. Setelah tiba di Madinah, Nabi Muhammad saw. mengutus sahabat Hudzaifah Ibnu Yaman untuk melakukan sensus penduduk. Hasil sensus menyatakan bahwa terdapat 10.000 penduduk yang menetap di Madinah. Mereka terdiri dari 1.500 orang muslim, 4.000 orang Yahudi, dan 4.500 orang musyrik Arab. Umat Islam adalah kaum minoritas, namun dihormati dan mendapat kepercayaan untuk mengatur masyarakat yang dicita-citakan bersama.

Sebagai generasi muda islam tentunya harus mampu memahami dan memaknai Tahun Baru Islam ini. Oleh sebab itu, FSDI FIS UNP mempersembahkan kajian spesial memperingati 1 Muharram 1435 H bersama Ust. Muhammad Hafiz (Dosen Bahasa Inggris FBS UNP). Acara ini dilaksanakan Pada Rabu (07/10) pukul 16.20 wib kemaren. Kegiatan tersbut merupakan agenda PHBI dari Bidang Syiar Islam (Syiram) FSDI yang dikoordinatori oleh Bambang Kaliwardana. Acara yang diadakan di lokal D43 FIS UNP ini,  Insyaallah sangat bermanfaat baik dari segi ilmu agama maupun umum. Acara ini mendapat apresiasi positif dari civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial UNP. 

Biasanya dalam rangkaian acara dibuka dengan pembacaan tilawah setelah itu penyampaian materi oleh ustadznya, kemudian setelah materi disampaikan dibuka sesi tanya jawab/diskusi dari peserta yang ditujukan kepada pemateri. Disaat acara berlangsung selalu diselingi teriakan takbir yang dipandu moderator yang seakan menambah semangat kita untuk ikut acara tersebut dan mempelajari islam itu lebih banyak lagi. Kemudian di akhir acara panitiapun tak lupu tmemberikan kenang-kenangan kepada ustadz dan juga doorprize kepada para peserta yang bertanya dan aktif diskusi. Dan akhirnya moderator menutup acara dengan diselingi sesi serba serbi yang bertujuan untuk penyampaian informasi oleh para peserta baik informasi tentang FSDI, FIS, Kampus maupun informasi umum serta setelah itu dilanjutkan dengan mengucapkan lafazh hamdallah dan disempurnakan dengan do’a penutup majelis. Allahuakbar...!! Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1435 H. (Laporan: PIKI SETRI PERNANTAH, Editor: HASAN ASYHARI)




        Selasa (5/11) bertepatan dengan tahun baru Islam, tanggal 1 Muharam 1435 Hijriah. Unit Kegiatan Kerohanian Universitas Negeri Padang (UKK UNP) melalui bidang kaderisasi melaksanakan outbound sekaligus tafakur alam (menjelajahi alam). Kegiatan tersebut merupakan follow up dari acara diklat (pendidikan dan latihan) angkatan muda UKK pada bulan Oktober yang lalu. Kegiatan tersebut diikuti lebih 70 orang peserta laki-laki dan perempuan. Peserta tersebut berasal dari seluruh fakultas yang ada di UNP. Umumnya adalah mahasiswa baru 2013 dan ada juga beberapa mahasiswa UNP tahun masuk 2012 yang baru mengikuti diklat angkatan muda UKK.
            Gunung Padang dan Pantai Air Manis ini selalu menjadi lokasi langganan Unit Kegiatan Kerohanian UNP dalam melaksanakan kegiatan outbound bagi mahasiswa UNP yang baru bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak di bidang kerohanian Islam tersebut. Dalam pelaksanaannya, outbound terdiri atas beberapa posko. Di setiap posko ada game (permainan) yang menarik dan juga menantang. Seperti makan kerupuk, ulat bulu, dragon, angkat peserta, voli sarung. Seluruh peserta dibagi dalam kelompok-kelompok yang terdiri atas enam hingga tujuh orang perkelompok. Saat memasuki satu posko ke posko lainnya. Tiap kelompok diuji semangatnya dengan yel-yel. Tidak jauh berbeda dengan outbound tahun sebelumnya, setiap peserta diuji kelincahan berpikirnya dengan menghafal potongan ayat Al-Qur’an dan menyampaikannya secara kompak saat memasuki posko yang mereka lalui.
            Setelah game-game selesai dipermainkan. Seluruh peserta melaksanakan ibadah shalat zuhur berjamaah di bawah terik matahari, pinggir pantai dan air laut sebagai saksi bisunya. Kemudian, peserta dan panitia makan bersama di atas rerumputan hijau. Dan juga dilaksanakan mentoring beberapa menit. Tak berapa lama setelah itu dilanjutkan dengan acara penutupan. Menurut Amdrean Ruseffendi, Ketua Umum UKK UNP dan juga merupakan ketua Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Sumatera Barat (FSLDK Sumbar) yang baru saja diamanahkan kepadanya. Setelah outbound ini seluruh peserta outbound akan diberi job (kerja) sebagai panitia Seminar Nasional Media yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 November mendatang.
            “Acara ini sangat luar biasa, melatih diri disiplin, kerjasama, persatuan, meningkatkan ukhuwah sesama muslim,” ujar Toni salah seorang peserta laki-laki. Dan beliau juga berharap setelah oubound ini agar menjadi lebih baik lagi. Dalam penutupan tersebut diiumumkan kelompok peserta terbaik, peserta teladan dan yel-yel terbaik. Kemudian juga diumumkan ketua, bendahara serta ketua keputrian Gemintang (Generasi Muda Islam nan Tangguh). Gemintang merupakan nama kekompakan angkatan muda UKK 2013 yang disepakati saat diklat indoor di kampus Fakultas Ilmu Sosial bulan Oktober yang lalu.  Selanjutnya, ketua Gemintang terpilih Aris Bayu Prasetyo membacakan ikrar angkatan muda 2013 di hadapan peserta lainnya. “Dengan ikrar tersebut diharapkan mereka tetap istiqomah di UKK dan juga semoga menjadi generasi pelanjut estafet dakwah di kampus UNP ke depannya,” harap Hasan Asyhari selaku sekretaris acara yang juga merupakan sekretaris umum UKK 2013. (HASAN ASYHARI)
          

Sunday, November 3, 2013


Padang-Jejak Pikiran
           Outbound merupakan sebuah sarana melatih fikriyah dan jasadiyah seseorang. Terutama calon (kader) dakwah kampus. Begitu dengan Lembaga Dakwah Fakultas dari Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang atau sering disapa FSDI ini menerapkan hal demikian. Melalui Follow up acara Twitter (pesantren dasar I) yang diadakan beberapa waktu lalu di kampus FIS.
            Tiap tahun kegiatan ini selalu diadakan. Tentu dengan suasana yang berbeda dari tahun ke tahun. Sesuai dengan namanya Forum Studi Dinamika Islam (FSDI). Kegiatan yang berlangsung hari Minggu (27/10) ini dimulai dengan pembukaan di pelataran parkir masjid Al-Azhar UNP. “Adik-adik diharapkan mengikuti outbound ini dengan sungguh-sungguh,” pesan Jefrilianto. Mahasiswa jurusan sejarah dan juga merupakan sekretaris umum FSDI tahun 2013.
            Selanjutnya, para peserta outbound yang berjumlah sekitar lebih dari 40-an itu menaiki bis kota menuju Lubuk Minturun. Peserta yang secara umum adalah mahasiswa baru tahun masuk 2013. Setiba di sana, peserta dihadapi dengan berbagai game-game menarik dan cukup menantang. Tiap game ada posko-nya. Sebelum memasuki posko-posko berikutnya peserta harus melapor terlebih dahulu pada instruktur game di posko yang mereka datangi. Laporan itu berisi yel-yel dan password berupa potongan arti dari salah satu ayat Qur’an. Peserta yang dibagi sekitar lima hingga tujuh orang dalam kelompok.
            Permainan yang disajikan seperti rebah men (posko I), makan kerupuk gantung (posko II), spider elektrik (posko III), sapu lidi (Posko IV) dan  ular naga (posko V). Sebagai pengakhiran game, peserta dan panitia beradu aksi dalam game ular naga. Waktu shalat zuhur-pun hampir masuk. Seluruh peserta dan panitia membersihkan badan di perguruan Ar-risalah yang tidak berapa jauh dari tempat outbound. Setelah itu shalat berjamaah, makan bersama dan mentoring. Beralaskan rerumputan di bawah pohon rindang. Para peserta membentuk lingkaran kecil yang didampingi seorang mentor. Dalam mentoring singkat tersebut, peserta diminta mengemukakan kesan dan pesannya. Serta mentor memberikan arahan untuk mentoring ke depannya.
            Tak berapa lama setelah itu, acara penutupan-pun tiba. Abdul Aziz, Ketua Umum FSDI memperkenalkan seluruh panitia dan juga para alumni yang berkesempatan hadir saat itu. Kemudian, pengumuman pemenang pada kelompok terbaik, penanggungjawab kelompok terbaik dan pemilihan Pangeran, Sekretaris Jenderal Laskar Muda FSDI 2013. Bak sebuah musyawarah besar, lima peserta ikhwan (laki-laki) yang ditunjuk teman-teman melakukan musyawarah singkat. Akhirnya, terpilihlah Suyatna (Sejarah, 2013) dan Wahyu Agung Saputra (PPKn, 2013) sebagai Pangeran dan Sekretaris Jenderal Laskar Muda FSDI 2013. Sementara bendahara (Dewi Novia Sartika /Geografi, 2013) dan ketua keputrian (Siti Khodijah/ PPKn, 2013) sudah dipilih pada tataran akhwat (perempuan). Setelah kegiatan outbound ini, para laskar muda tersebut akan diberi tugas seperti menjaga stand bazar FSDI dan juga bakal dilibatkan dalam kepanitiaan pada Musyawarah Besar FSDI yang akan diadakan pada bulan Desember mendatang. (HASAN ASYHARI)

Monday, October 28, 2013


            Materi ilmy atau keilmuan ini sangat menarik diikuti. Terutama bagi mahasiswa tahun awal. Sebab materi yang dibahas sangat dekat dengan dunia akademik. Kegiatan dengan tema yang berbeda tiap minggu ini selalu membawa hal-hal baru dalam pemberian ilmu baik ilmu umum maupun ilmu agama. Miftahul Khair, S.Si, M.Sc (dosen jurusan kimia UNP) berbagi ilmunya terkait bahasa inggris. Dengan pandai berbahasa inggris akan membawa seseorang menjelajahi dunia. Bahkan juga bisa membuat orang menaklukkan dunia. Bahasa inggris sudah menjadi bahasa internasional. Setiap negara sudah mempelajarinya.
            Kegiatan yang diadakan pada hari Jum’at (25/10) di masjid dekat FBS ini diberi tanggung jawab pada kader ilmy aktivis dakwah kampus UNP untuk mengundang pemateri yang gaweian-nya keilmuan atau akademik. Kehadiran sang dosen jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang membawa warna tersendiri bagi kader-kader dakwah di UNP. Ustadz Miftah yang akrab disapa, juga merupakan staf dosen pengajar kelas (lokal) ISTE atau kelas bilingual (dua bahasa). Mahasiswa yang berada pada kelas tersebut menggunakan bahasa Inggris ketika perkuliahan berlangsung. Selain melatih berbicara menggunakan bahasa Inggris. Namun, ini merupakan sebuah peluang bagi mereka untuk bisa bekerja di luar negeri nantinya. Tidak hanya luar negeri, di Indonesia saat ini juga meminta pelamar wawancara menggunakan bahasa inggris.
            Hal demikian tentu menjadi bekal bagi mahasiswa ISTE untuk terjun ke dunia kerja. Biaya kuliah kelas ISTE menurut salah seorang mahasiswa FMIPA. Tidak begitu berbeda dengan mahasiswa kelas biasa. Sebab prinsip kelas ISTE adalah kelas internasional dengan biaya lokal. Dengan demikian tidak lagi menjadi jurang pemisah antara mahasiswa berada dengan yang kurang berada. Dan tentu memberi peluang kepada siapa saja mahasiswa yang ingin kuliah di kelas ISTE tersebut.
            Bahasa Inggris tidak hanya merambah dunia pendidikan. Media-pun banyak didominasi dengan bahasa Inggris. Baik itu media cetak maupun elektronik. Misalkan, buku-buku elektronik (e-book), jurnal internasional seperti Science direct, nature, science. Majalah-majalah internasional seperti aljazeera, time, newsweek. Berbagai stasiun televisi di dunia dan website populer di dunia maya-pun menggunakan bahasa Inggris seperti wikipedia, yahoo, google dan amazaon. Begitu banyak peran bahasa Inggris dalam menjelajahi media. Sosok mahasiswa yang cerdas tentu tidak hanya mau diam dengan kenyataan seperti itu. Banyak tempat-tempat kursus atau les yang ada untuk mendalami bahasa internasional terbut. Bahkan beasiswa luar negeri-pun membutuhkan TOEFL agar bisa tembus di perguruan tinggi dengan kualitas yang bagus. Begitu yang disampaikan Ustadz Miftah di agenda Tasqif (Tarbiyah Tsaqafiyah) yang diangkatkan oleh bidang kaderisasi Unit Kegiatan Kerohanian UNP. (HASAN ASYHARI)     

Pemberian Kenang-kenangan oleh Staf Bidang Kaderisasi
kepada Ustadz Hery (dok.pribadi)
            Sebuah persiapan barangkali sangat penting sekali dalam mengarungi jalan dakwah. Dakwah sering dipersepsikan dengan makna menyeru pada kebaikan dan mencegah dari segala perbuatan yang mungkar. Tentu bagi sang juru dakwah atau pendakwah menjadi sebuah pondasi awal mereka untuk terjun ke dunia yang membawa kebaikan dunia dan akhirat itu. Hari ini kamis (24/10) di ruang kuliah D43 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang diadakan acara Mentari. Acara mingguan dengan kepanjangan mentadaburi risalah islam ini merupakan program kerja dari bidang Kaderisasi Forum Studi Dinamika Islam. Lembaga Dakwah Fakultas Ilmu Sosial ini sengaja memberi nama yang unik pada setiap kegiatannya agar menjadi daya tarik civitas akademika kampus merah UNP itu. Seperti setiap selasa sore ada chattingan yang dimotori oleh bidang syi’ar Islam dan agenda terakhir ada twiter FSDI. Twiter merupakan singkatan dari Training Wawasan Terpadu bersama FSDI. Sebagai lembaga dakwah fakultas FSDI tidak ketinggalan dengan perkembangan zaman.
            Pada mentari kali ini berbicara tentang bekal jalan dakwah. Hery Susanto, S.Pd atau yang akrab disapa mas Hery ditunjuk bidang kaderisasi dalam membahas materi tersebut. Pengikutnya sedikit, tugasnya banyak, jalannya panjang dan penuh akan rintangan. Kata-kata itu merupakan tabi’at atau ciri-ciri dari jalan dakwah yang diutarakan Mas Hery. Tentu dakwah tak semudah yang dipikirkan. Banyak orang yang muntaber (mundur tanpa berita) dalam dunia dakwah ini. Tingkat pemahaman seseorang atau juru dakwah tidak bisa terlepas dari keikutsertaannya dalam setiap agenda-agenda yang membahas kajian Islam. Sebab di sanalah letak level dari pemahaman seseorang dalam dakwah. Al-Qur’an, Sirah Rasulullah dan Para Sahabat serta dari ibadah shalat yang khusuk merupakan sumber darimana seseorang pendakwah mendapati bekal jalan dakwah.
            Eksistensi dakwah di dunia kampus tidak terlepas dari peranan mahasiswa ADK (Aktivis Dakwah Kampus). Segala kegiatannya selalu berkecimpung dengan dunia dakwah. Baik mengangkatkan acara, mengikuti kajian islam, mengikuti mentoring dan lain sebagainya. Dengan aktifitas seperti itu akan membawa mereka pada sebuah pemahaman dakwah. Mereka tidak lagi berdakwah untuk diri mereka dan mahasiswa di kampus mereka. Namun, bagaimana mereka juga diharapkan mampu berdakwah di sekitar tempat tinggal mereka berada. Dalam Al-Qur’an juga sudah dijelaskan secara terang mengenai fungsi da’i atau pendakwah yang merupakan sosok penerus dakwah Nabi Muhammad SAW. Ketika berdakwah banyak yang akan kita lakukan. Seperti mengajak objek dakwah membaca tilawah di waktu senggang, mengajak shalat ke masjid dan lain-lain. Tergantung bagaimana mem-variasikan metode dakwah sesuai pemahaman sang juru dakwah. Mahasiswa sebagai ujung tombak perubahan, tentu sangat diharapkan sekali. Terutama mengajak teman-temannya melakukan perbuatan sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah swt. (HASAN ASYHARI)

Wednesday, October 23, 2013



Padang-Jejak Pikiran
            Bidang ekonomi syari’ah Forum Studi Dinamika Islam Fakultas Ilmu Sosial UNP melalui program kerjanya dengan nama The Big Bazar Barakah FSDI 2013. Bazar besar yang diangkatkan FSDI tahun ini bekerjasama dengan beberapa toko buku dan souvenir di kota Padang. Kegiatan ini dimulai pada hari Senin (21/10) bertempat di lorong FIS atau tepatnya di depan ruang kuliah D43.
             Menurut Abdul Aziz, ketua umum FSDI mengatakan bahwa bazar diadakan selama satu bulan. Yakni dari tanggal 21 Oktober hingga tanggal 21 November mendatang. Bazar FSDI sejak dulunya dikenal dengan bazar terpanjang jika dibandingkan dengan bazar-bazar yang diselenggarakan Forum Studi Islam fakultas lainnya di UNP. Bazar tersebut dinamakan bazar terpanjang karena menggunakan meja dengan deretan panjang guna menaruh barang-barang bazar.
            Selain untuk meningkatkan keuangan FSDI, bazar juga merupakan salah satu bentuk syi’ar islam di kalangan civitas akademika FIS. Barang bazar kebanyakan buku-buku islami. Namun, ada juga jilbab, kaos kaki perempuan dan aksesoris lainnya. Hari pertama dibuka, bazar cukup ramai menarik para mahasiswa. Mahasiswa yang berdatangan tidak hanya mahasiswa FIS namun juga dari Fakultas Ilmu Pendidikan yang berhadapan dengan FIS. Hal ini tentu menjadi media dalam mem-booming-kan bazar FSDI pada masyarakat luar FIS.
            Tidak hanya bazar. FSDI merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fakultas Ilmu Sosial yang bergerak di bidang kerohanian islam. FSDI turut andil dalam mensyi’arkan islam di kalangan civitas akademika FIS UNP. Seperti melalui program-program mingguannya. Setiap hari selasa sore ada program chattingan yang digawei bidang syi’ar islam, setiap hari kamis sore ada mentari (bidang kaderisasi) dan fun-day setiap jum’at siang khusus mahasiswi yang digerakkan oleh bidang kemuslimahan FSDI FIS UNP. (HASAN ASYHARI)

Beberapa Dokumentasi Bazar Hari Pertama (Senin, 21/10)