Minggu, 16 November 2014



JP/Padang-Seringnya dijumpai berbagai pemulung baik usia anak-anak, remaja, dewasa hingga orangtua di sekitaran kampus Universitas Negeri Padang (UNP) membuat perihatin Diya Andriani dan Rahmi Gusniarti. Kedua mahasiswa jurusan Ilmu Bumi (Geografi) UNP itu akhirnya menggagas berdirinya SLP (Sekolah Lintasan Pelangi). 

SLP juga digagas sebagai upaya mewujudkan tridharma perguruan tinggi pengabdian masyarakat dan secara tidak langsung juga berperan mengentasi kemiskinan intelek di kota Padang. SLP merupakan sekolah informal yang saat ini diprioritaskan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga pemulung. Berdasarkan wawancara dengan beberapa ibu-ibu dan anak-anak pemulung di sekitaran kampus UNP, Air Tawar Barat diperoleh informasi adanya sebuah komunitas pemulung di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) tepatnya di TPA Lubuk Minturun yakni di desa Balai Gadang, Koto Tangah, Padang.
 
Diya dan Rahmi yang merupakan penggagas utama SLP melakukan diskusi dengan beberapa orang mahasiswa jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial UNP. Akhirnya, diangkatlah Agus Susanto sebagai Ketua SLP yang beranggotakan sekitar 30 orang. Mayoritas anggotanya berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan juga Fakultas Ilmu Pendidikan UNP.

Pada satu hari, Agus Susanto dengan beberapa orang anggota SLP lainnya melakukan survei dan ditemukan terdapat sekitar lebih kurang 100 KK (Kepala Keluarga) yang bekerja sebagai pemulung. Di antara anak-anak mereka, ada yang bersekolah dan ada pula yang tidak bersekolah. Mereka hanya menggantung diri pada benda hasil pungutannya.Tuntutan ekonomi mengharuskan anak-anak pemulung membantu orangtua demi kelangsungan hidup mereka sehari-hari. Tidak heran, hampir setiap pagi dan sore di sekitaran kampus UNP khususnya dan Air Tawar secara umum sering terlihat ibu-ibu dan anak-anak berpakaian compang-camping mengais sampah bekas di sekitar selokan, tong sampah dan tumpungan sampah di tepi jalan.

SLP memiliki konsep pembelajaran dasar seperti pelajaran-pelajaran di sekolah formal ditambah skill (keterampilan) lain-nya. Pembelajaran dasar akan dilakukan para mentor/ tentor/ guru SLP seperti baca tulis hitung. Kemudian pelajaran umum seperti matematika, IPA, IPS, Agama Islam. Sementara pembelajaran skil (keterampilan) yang nantinya diberikan seperti jurnalistik, pidato, MC (master of ceremony) dan sebagainya.

Kegiatan pembelajaran di SLP dikategorikan berdasarkan usia dan kemampuan dari masing-masing siswa SLP. Untuk itu, para pengurus SLP juga menjalin kerjasama dengan pihak lurah Lubuak Minturun dalam mendata keluarga pemulung di Balai Gadang, Lubuk Minturun. Nantinya, SLP akan dibagi menjadi 7 kelas yakni kelas merah (belajar tulis-baca), kelas jingga (belajar berhitung), kelas kuning (belajar bahasa), kelas hijau (belajar agama Islam), kelas biru (berkreatifitas), kelas nila (sosial), kelas ungu (intek yang difokuskan pada alam sesuai dengan pepatah Suku Minang “baraja ka pado alam”)

Struktur organisasi di SLP yakni Pembimbing (Nofrion, S.Pd, M.Pd.). Ia merupakan dosen jurusan Geografi UNP. Selain itu ia  adalah penyiar dan pembawa acara di RRI Padang. Selanjutnya Dewan Penasehat SLP, Hasan Asyhari, Diya Andriani, Ariska Sastria Ningsih,N, Yuaffi Nazhifa dan Fitri Dahlia. Kemudian, diketuai oleh Agus Susanto, Sekretaris 1 (Vivi Muharifa Eka Putri), Sekretaris 2 (Vivi Yulanda Ajizah) dan bendahara (Lizya Permata Mardizan).

Dana operasional SLP direncanakan berasal dari sumbangan anggota/sukarelawan SLP, penyebaran proposal bantuan dana ke Gubernur Sumbar, ke Walikota Padang, ke Rektor UNP dan instansi lain-nya. Pelaksanaan kegiatan SLP, pengurus SLP sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Lurah Lubuk Minturun, Ketua RT/RW dan Ketua Pemuda. Beberapa waktu ke depan, SLP akan dibuka secara resmi oleh pihak Lurah Lubuk Minturun. Bagi yang berminat menjadi donatur silakan menghubungi Ketua SLP, Agus Susanto (085765345371).  (HA)

Rabu, 15 Oktober 2014



d’pen UNP
(Wartawan Lembaga Dakwah Kampus UNP)

Latar Belakang Berdirinya d’pen UNP
            “d’pen UNP” merupakan singkatan dari dakwah pena UNP. Ia merupakan komunitas menulis dalam bidang jurnalistik. Saat ini status “d’pen UNP” berada di bawah naungan Badan Koordinasi Humas Media Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Sumbar (BK HM FSLDK Sumbar). “d’pen UNP” diprakarsai oleh empat orang aktivis dakwah kampus UNP yang merupakan perwakilan dari Lembaga Dakwah Fakultas se-UNP, untuk mengikuti acara Workshop Jurnalistik FSLDK Sumbar di kampus I UBH, Ulak Karang, Padang pada tanggal 16-17 November 2013. Di mana UBH melalui FSI Nurul Jannah selaku BK HM FSLDK Sumbar waktu itu menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan itu.
Keempat orang tersebut adalah Hasan Asyhari (FSDI FIS), Ridwan (FKPWI FBS), R Sekar Ayu (Forsis FIP), Whina Mutia (Forsis FIP). Mereka langsung dilantik dan diberikan Surat Keputusan (SK) oleh BK Humas Media FSLDK Sumbar sebagai wartawan lembaga dakwah kampus. “d’pen UNP” terbentuk melalui rapat atau musyawarah perdana d’pen UNP di mushalla FE sekarang, tepatnya pada bulan Oktober 2013 dengan struktur sebagai berikut: Ketua (Hasan Asyhari), Wakil Ketua (Ridwan), Sekretaris (R Sekar Ayu), Bendahara (Whina Mutia).

Kegiatan  d’pen UNP
d’pen UNP kita dilatih menjadi bak seorang wartawan dakwah kampus yang meliput berbagai kegiatan masing-masing Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) yang ada di UNP yakni Forsis FIP UNP, Forsia FMIPA UNP, FSDI FIS UNP, FKPWI FBS UNP, Formi Madani FE UNP, UKKI FIK UNP, Formis FT UNP, UKK UNP dan BSO UKK (Tutorial Islam UKK). Nanti, masing-masing wartawan dakwah kampus mendapati tanggung jawab sesuai dengan biro-nya (LDF) masing-masing.  Tidak hanya fokus pada peliputan kegiatan, namun juga penokohan dari aktivis dakwah kampus LDF seperti prestasi dan sebagainya juga diprioritaskan dalam penulisan naskah tulisan (berita). Kemudian hasil liputan tadi, ditulis seperti berita dan selanjutnya di posting pada website http://fsldksumbar.com. Tidak kecil kemungkinan nantinya dibuat sebuah buletin atau majalah dalam mengemas berita yang dibuat oleh masing-masing wartawan (jurnalis dakwah kampus) berbentuk print-out. Untuk pengiriman naskah tulisan tadi bisa di kirim langsung ke e-mail FSDLK Sumbar yang tertera pada website FSLDK Sumbar.  Selain itu wartawan d’pen UNP juga berhak mengirimi dan mem-posting naskah tulisan yang dibuat ke berbagai media baik media cetak seperti koran lokal Sumatera Barat maupun media elektronik seperti blog pribadi, kompasiana.com, sumbaronline.com, dsb.
.
Prospek d’pen UNP
            Prospek “d’pen UNP” melatih kita dalam menulis, bagaimana mensyiarkan Islam dalam bentuk tulisan. Ini juga termasuk dalam metoda dakwah bil qalam (dakwah melalui tulisan). Nah, ini yang memberi peluang bagi kita untuk berdakwah. Selain itu kita akan terlatih menjadi sosok wartawan yang besar kemungkinan memberi peluang untuk menjadi wartawan di berbagai media massa yang marak beredar saat ini baik media on-line maupun media off-line (cetak). Kemudian perlu ditekankan bahwa wartawan d’pen UNP tidak mendapati gaji atau honor oleh pihak kampus maupun BK HM FSLDK Sumbar, karena ini merupakan sebuah ladang amal bagi jurnalis (wartawan) d’pen UNP. Tentu hanya Allah swt yang bisa menggaji dengan pahala yang berlipat ganda.
Namun, peluang atau kesempatan untuk mengirimi ke berbagai media sebagaimana yang telah disebutkan tadi setidaknya bisa menambah finansial pribadi. Biasanya si pengirim (wartawan) akan diberi reward (penghargaan) berupa honor  atau gaji dari naskah tulisan yang dikirim jika sesuai dengan persyaratan pada media bersangkutan. Akan tetapi, tujuan kita di sini bukanlah mencari uang. Kita sebagai wartawan d’pen UNP ini diniatkan ikhlas untuk berdakwah.

Logo dan Media Informasi dan Komunikasi d’pen UNP


keterangan:
d: dakwah (warna hitam)

pen: pena (warna hijau muda-kuning-merah)
UNP (warna hitam)                                                             


Media informasi dan komunikasi d’pen UNP saat ini adalah facebook dengan nama akun “d’pen UNP.” Setiap wartawan d’pen UNP diharuskan memiliki akun e-mail tetap untuk pengiriman naskah tulisan ke e-mail FSLDK Sumbar.

Rekruitmen Anggota dan Masa Kepengurusan
            Rekruitmen anggota baru UNP dilakukan minimal satu kali setahun (selama periode kepengurusan) melalui rekomendasi dari masing-masing ketua LDF dan penyebaran informasi melalui akun utama facebook (d’pen UNP). Calon pengurus inti dan biro d’pen UNP melewati tahapan seperti seleksi administrasi, interview (wawancara), testing pembuatan berita, mengikuti pembekalan atau training jurnalistik awal. Sementara masa kepengurusan d’pen UNP biasanya selama satu tahun atau tergantung keputusan musyawarah dengan melihat  kondisi keaktifan pengurus dan anggota d’pen UNP.

Struktur atau Posisi Kepengurusan d’pen UNP
            d’pen UNP terdiri atas pengurus inti dan juga biro. Pengurus inti bertanggung jawab berjalannya aktifitas d’pen UNP selama periode kepengurusan. Sementara biro bertanggung jawab dalam meliput berbagai kegiatan LDF. Pengurus inti terdiri atas Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara. Sementara biro terdiri atas biro masing-masing LDF seperti biro FKPWI FBS UNP (Ridwan, Rio), dsb.