Monday, January 6, 2014

Catatan Hati: JJS with Motor Cycle

       Siang menjelang sore ini (Kamis, 2 Januari 2014), saya dan teman-teman IMAPABASKO (Ikatan Mahasiswa Padangpanjang, Batipuah, X Koto) sebenarnya cuma berencana menjenguk dua orang pengurus yang sedang sakit. Mereka adalah Tia dan Genta. Namun, ketika berada di rumah Genta, salah seorang pengurus punya usul untuk JJS (Jalan-jalan Sore) dengan sepeda motor  ke daerah Gunuang Rajo. Namun, karena berbagai hal destinasi ke daerah itu tidak jadi. Sehingga kami mengalihkan perjalanan ke daerah Koto Katiak, Ngalau. Tidak sekedar jalan-jalan kami juga berfoto di objek yang kami tuju itu. Bak sebuah tradisi di organisasi kami. Tiap kegiatan selalu di dokumentasikan. Perjalanan singkat kami ini diikuti oleh Roni, Wen, Icha, Wahyu, Amrizal, Hasan. Ada satu orang pengurus kami yang semula bersama kami namun ia  tidak ikut, namanya Yosi. Ia sudah terikat janji dengan orangtuanya. Sehingga sekitar pukul 16.00 WIB, ia udah balik ke rumahnya.
            Perjalanan awal dimulai dengan mengitari daratan bawah bukit tui. Dalam perjalanan kami sempat besorak-sorai dalam hati melihat indahnya ciptaan Tuhan. Pohon-pohon hijau di kanan dan kiri menghijaui mata kami. Tak lupa melirik para pekerja di pondok kapur yang  menghela perasaan kami kala itu. Melirik ke arah kanan, terlihat bungkahan batu kapur dan tumpukan karung goni putih berisi kapur menyoroti pandangan kami yang masih awam dengan suasana bawah bukit tui. Di sana kami juga melihat asap-asap pembakaran batu kapur yang bergumpal dan cukup menyumbati indera penciuman kami.
            Terus, terus berjalan. Kami sempati berfoto di jalan beraspal yang cukup lebar ruasnya. Di sisi kanan dan kiri terlihat tanah-tanah coklat gembur yang terpadat rapi. Tak banyak yang melewati jalanan itu. Serasa hidup di perkampungan sunyi. Sesekali kami melihat hewan-hewan peliharaan warga seperti kambing. Dan kami juga melihat beberapa orang pemuda sedang menarik anjing ke jalanan.
            Setelah itu, Amrizal mengusulkan pergi ke rumah Surya Deswita yang tak berapa jauh dari lokasi berada saat itu. Bertabur tawa dan kesenangan menikmati Ciptaan Tuhan. Kami-pun melaju ke rumah Dewi, panggilan akrabnya. Setiba di sana, kami disambut riang oleh Ibu dan Dewi sendiri. Kami tak langsung masuk ke dalam rumah Dewi. Sebab kami ingin ke parak (ladang) Dewi.
Ya, Dewi-pun paham dan langsung menemani kami ke parak amak-nya (ibu-nya). Berjalan melewati pematang bersemen hingga berjalan di atas pematang tak bersemen. Sebenarnya tidak masalah bagi kami selaku muda-mudi ini berjalan di atas itu. Hehe. Jiwa muda mesti dibangkitkan untuk melihat hal-hal yang natural. Di sisi kanan, kiri, depan dan belakang tersorot ladang-ladang warga dengan tanaman bawah perai, saledri, cabe, terong dan banyak lagi. Warga di sini lebih senang bertanam seperti itu. Ya, bak buah simalakama. Jika hasil cabe bagus dalam artian kualitas dan kuantitas maka bisa dijual dengan harga yang cukup mahal. Nah, dari sanalah kebanyakan mata pencaharian warga. Baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk sekolah anak-anak mereka.
            Tak lama kemudian, hari-pun sudah mulai malam, langit kelihatannya gak bersahabat lagi dengan kami. Kami-pun langsung pulang ke rumah Dewi. Beruntung saja kami tidak langsung pulang ke rumah masing-masing karena beberapa menit setelah itu hari hujan lebat. Hingga masuk waktu shalat maghrib, kami masih terkurung hujan lebat di rumah Dewi. Keluarga Dewi sangat baik kepada kami. Kenapa tidak, kami dilayani bak tamu baru kenal. The panas dan keripik kacang dipersembahkannya untuk kami. Suasana yang semula dingin beku berubah menjadi dingin panas. Kami juga dibuatkan mie rebus instan plus telur ayam ras yang dicelup ke dalam rebusan mie tadi. Tentu menambah girah (semangat) kami untuk makan. Apalagi di saat-saat hujan lebat, pasti rasa lapar tersinar dari wajah kami. Hingga pukul 19.30 WIB, Alhamdulillah hujan sudah reda. Kami-pun pulang ke rumah masing-masing. Terima kasih Tuhan, terima kasih teman-teman semua. Semoga kisah perjalanan ini akan berlanjut! Semoga kekompakan kita terus terjaga! AAMIINN. :)

Beberapa dokumentasi:












     

0 comments:

Post a Comment