Wednesday, January 2, 2013

Jika Aku Menjadi Penulis Terkenal, Maka aku akan...


Menulis surat dengan tema: “Jika Aku penulis terkenal, maka Aku akan..... 

Yth.Pengurus Pusat FAM Indonesia                                    Padang, 27 Desember 2012
   di Kediri, Jatim

Assalamu’alaikum, Wr.Wb.
Bismillahirrahmanirrahim,

Untukmu inspirator jejak pikiranku, FAM Indonesia namanya. Sayapmu sudah mulai berkembang ke seluruh pelosok Nusantara tercinta.
Tak sanggup lidah ini berucap akan kasih sayangmu. Menetes air mata, melampiasan keresahan yang ada dalam hati dan benakku. Hanya engkaulah inspirator jejak pikiranku yang cocok akan prinsip hidupku.

Malam ini kumenulis sepucuk surat dan ingin menyapa dirimu terlebih dahulu. Apa kabarmu malam ini FAM Indonesia? Semoga setiap gerak langkah kru-kru yang bekerja dibalik layar dibalas dengan pahala yang berlipat hendaknya. Kumulai mengukir perasaan dan pikiran yang ada dibenakku lewat setiap ketikan keyboard dengan jejari kedua tangan di rumah tempaanku.

Sedikit tantangan pemecah rindu akan dirimu dakupun mencoba menggores setiap bait tentang tema surat yang Engkau sugguhi kepada kami pecinta goresan pena. “Jika Aku penulis terkenal, maka Aku akan.. ” Sebuah tema yang bakal mengurai arah pikir tiap insan yang menulisnya.

FAM yang budiman,
Mengawali kata dimulai dari serba-serbi tentang keuletanku dalam hal menulis. Menulis yang aku maksud bukan menulis sebuah FIKSI, namun di sini bermula dari ketekunanku dalam belajar. Sejak Sekolah Menengah Atas (SMA) diriku sudah mulai dikepung oleh berbagai umat manusia nan penuh intelektual. Kenapa tidak? hampir setiap akan Ujian baik Ujian Mid Semester maupun Ujian Akhir Semester teman-teman meminjam catatan yang aku tampung dari penjelasan dan paparan guruku setiap harinya. Tak heran banyak teman-teman yang merasa catatannya belum lengkap meminjami catatanku. Dan tak jarang juga merekapun mendatangi rumahku. Aku yang terkenal rajin mencatat menjadikanku sang penyelamat mereka. Tak hanya siswa, gurupun juga meminjam catatanku, teringat ketika guru Sejarah berniat meminjam catatanku. Entah apa gerangan yang membuat guruku meminjam catatanku. Sungguh sedikit membanggakan diriku.

Hal serupa tidak hanya terjadi hingga bangku SMA, di bangku perkuliahanpun aku menemui teman-teman yang bertipe  sama. Banyak mahasiswa yang cukup malas mencatat materi dari dosen, sehingga bergerombolan meminjam catatan kuliahku. Tak mengherankan ketika Ujian Tengah semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) akan masuk banyak sms yang berisi peminjaman catatanku bermunculan bak orderan barang saja. Alhamdulillah itu di antara beberapa amanah yang diberikan Allah swt pada diriku. Tak bisa berkata tidak, karena itu semua hanya semata untuk membantu teman-temanku .
FAM yang dirahmati Allah swt,
Rajin menulis dan catatab lengkap serta mudah dipahami merupakan sebuah ringkasan yang aku kutip dari beberapa omongan teman-temanku. Kegeliatanku berorganisasi di kampus juga menjadikan diriku mempraktekkan teknis tulis-menulis lewat amanah yang aku emban di organisasi kemahasiswaan tingkat Fakultas, FSDI namanya. Forum Studi Dinamika Islam adalah wadah tempat mengalirkan bakat menulisku. Di sana aku diamanahkan sebagai sekretaris umum. Banyak hal yang kupelajari dari berbagai setiap tindak yang kulalui. Hingga sekarang akupun baru mendapat amanah baru di organisasi kemahasiswaan tingkat Universitas, UKK (Unit Kegiatan Kerohanian) Universitas Negeri Padang namanya, ormawa yang bergerk di bidang kerohanian menjadikan diriku harus lebih dewasa lagi. Kenapa tidak, urusanku tidak di fakultas lagi namun juga universitas. Tentunya berhubungan dengan seluruh civitas akademik UNP mulai dari ormawa lain maupun pihak birokrat universitas, yang mesti lebih hati-hati dalam hal menulis terutama menulis terkait surat-menyurat.

Akhir tahun 2011 aku mulai aktif menulis setelah membaca berbagai tulisan di media masa. Keinginan aku memiliki tulisan yang bisa diterbitkan juga menjadi cita-citaku dalam tabel cita-cita yang telah aku buat sebelumnya. Alhamdulillah, berkat usaha, do’a dan dukungan orang-orang di sekitarku. Akhirnya tulisan perdanaku tentang puisi terbit di koran Singgalang Minggu (koran lokal Sumatera Barat). Berawal dari itu aku mulai semangat dan terus-menerus menulis berbagai tulisan. Tak hanya puisi namun juga laporan perjalanan, resensi, novel dan artikel bebas aku mencoba membuat dan mengirimnya lewat email yang kudapati dari abang senior yang sehobi denganku.

FAM yang Berbahagia,
Akupun tidak puas begitu saja, akupun juga melirik koran-koran digital dan akun media sosial sebagai pelerai rasa cintaku pada dunia tulis-menulis.  Alhamdulillah, sejak berteman dengan akun grup facebook Forum Aishiteru Menulis, aku mendapat berbagai informasi tentang menulis baik kritikan terhadap karya yang masuk hingga melihat berbagai buku-buku terbitan FAM Publishing yang menambah motivasiku dalam dunia tulis-menulis. Tak terbayang aku sebelumnya, ternyata menerbitkan buku sendiri itu tak terlalu rumit. Alhamdulillah, akupun ikut proyek pembuatan Antologi Cerpen CBD (Cinta Bernilai Dakwah), dengan judul cerpen “Cinta di Negeri Kangguru” mewujudkan cita-citaku menerbitkan sebuah buku. Hingga terakhir dalam proyek Antologi Puisi Pahlawan di Mataku, aku masih diberi kesempatan untuk masuk ke dalam jajaran penulis puisi yang dibukukan oleh FAM Publishing. Terima kasih banyak FAM. Tak ada Engkau bakat menulisku juga belum tentu tersalurkan dan berkembang.

FAM Sang Inspirator,
Andai aku menjadi penulis terkenal maka akan banyak yang akan aku lakukan. Terlebih dahulu aku akan berterima kasih kepada Tuhan, karena berkat Nya aku bisa mengolah kata-kata dari benak pikiranku. Selanjutnya, kepada orang tua yang tak bosan-bosan menyayangiku meskipun dengan sedikit keterbatasan. Dan juga terkhusus pada Bunda Aliyah Nurlela dan Abang Muhammad Subhan nan senantiasa memotivasi kami para pendakwah bil qalam. Tak terlupakan kepada para kru FAM yang senantiasa bekerja tanpa mengenal lelah demi munculnya informasi-informasi ter up-date. Andai aku menjadi penulis terkenal, maka aku akan membuka sebuah Yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, riset, dan informasi. Dan juga ingin membuka tempat-tempat kursus menulis yang tersebar dari Sabang hingga Merauke dengan biaya yang terjangkau oleh berbagai kalangan nantinya. Itulah beberapa harapan ataupun segenap impianku seandainya aku menjadi penulis terkenal. Semoga Allah swt menjabah cita-citaku itu. Amin.

Demikian yang dapat aku paparkan, semoga selalu menjadi motivasi bagiku dan juga untuk teman-teman peminat dunia tulis-menulis lainnya di seluruh penjuru dunia. Adapun setiap untaian kata yang berlebihan aku mohon ma’af sebesar-besarnya. Sesungguhnya kesempurnaan hanya milik-Nya dan kekhilafan hanya milik aku pribadi. Tetaplah semangat FAM Indonesia, jangan ada kata LELAH olehmu. Tak ada kamu, dunia akan terasa gersang dibuatnya.

Salam Semangat, Salam Berkarya, Salam Setia, Salam Inspirasi!!

Hasan Asyhari, FAM 944 M, Padangpanjang
Email: asyhari_hasan@yahoo.com

0 comments:

Post a Comment