Monday, May 26, 2014

Taddabur Qur’an di Ranah Minang (TQRM)




Hari ini (Minggu, 25/04/14) dilaksanakan acara Tabligh Akbar dan Seminar Tadabur Qur’an di Masjid Raya Sumatera Barat. Iven besar yang digelar FKPM PAU (Forum Komunikasi Perantau Minang Peduli Aqidah Umat) bekerjasama dengan AQL Islamic Center (Ar-Rahman Qur’anic Learning Centre) ini bertemakan “Taddabur Qur’an untuk Syara’ Basandi Kitabullah.” 

Dalam hal ini Prima, ketua pelaksana mengikutsertakan mahasiswa dan pelajar se-kota Padang terlibat dalam kepanitiaan pada iven yang digagas para perantau Minang dari kota Betawi itu. Kegiatan dalam bentuk Tabligh Akbar dan Seminar ini dihadiri ratusan majelis taklim, mahasiswa, pelajar, ketua Adat, alim ulama, perantau Minang dan sebagainya.

Acara bertajuk TQRM ini diadakan berdasarkan firman Allah dalam  QS. Muhammad ayat 7, barang siapa menolong agama Allah niscaya Allah akan menolongmu, ujar Prima sembari membaca inti dari terjemahan surat tersebut, ketua pelaksana iven akbar ini.Kemudian acara dibuka oleh Prof. DR. Irwan Prayitno, Datuak Bandaro Basa, gubernur Sumatera Barat yang juga keynote speaker pada acara tersebut. Kegiatan ini dimulai dengan kajian tadabur qur’an oleh KH. Bachtiar Nasir, LC. MM, pimpinan AQL Islamic Center (Ar-Rahman Qur’anic Learning Centre) yang berpusat di Jakarta.

Setelah ishoma (istirahat, shalat dan makan) lanjut dengan seminar yang dibahas empat pemateri yakni Prof. DR. Syamsul Bahri Khatib (Ketua MUI Sumbar), Ust. H. Erizal Ilyas, MA (Ketua IKADI Sumbar), Ust. Muhammad Elvy Syam, Lc (Bidang Fatwa MUI Sumbar) dan Ust. Bachtiar Nasir, Lc, MM (Pimpinan Ar-Rahman Qur’anic Learning Centre). Masing-masing pemateri dengan ringkasnya memaparkan materi yang diberikan oleh panitia pelaksana di hadapan peserta. 

Di samping itu juga ada penyampaian sejarah adik sebapak dari Buya Hamka yang bernama Abd. Wadud yang jadi pendeta oleh Bapak Irfan Hamka yang merupakan anak dari Buya Hamka. Beliau memaparkan secara ringkas dan padat tentang hal yang sangat ditunggu-tunggu penjelasannya oleh masyarakat Minang seantero dunia. 

Terakhir acara ditutup dengan pencabutan undian bagi yang beruntung yakni mendapatkan paket hadiah. Dan satu tiket Umrah yang disediakan pihak sponsor didapat oleh Hari Rahmat, mahasiswa UBH. (HA)
 

0 comments:

Post a Comment